Singkong dan Luka Harga: Ikhtiar Gubernur Mirza Mencari Jalan dari Hulu ke Hilir

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

24 Januari 2026 10:32 WIB
Breaking News | Rilis ID
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Direktur Utama Rilis ID, Wirahadikusumah saat menjalani Podcast di Kantor Gubernur/foto: rima
Rilis ID
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Direktur Utama Rilis ID, Wirahadikusumah saat menjalani Podcast di Kantor Gubernur/foto: rima

Jika petani singkong beralih sepenuhnya ke jagung, Indonesia justru akan bergantung pada impor tapioka. Padahal, tapioka memiliki banyak turunan industri seperti glukosa dan fruktosa yang bernilai ekonomi tinggi.

Untuk itu, Pemprov Lampung mendorong hilirisasi dan peningkatan produktivitas. Salah satu kendala utama adalah data dan bibit. Data produksi selama ini dinilai belum sepenuhnya akurat karena banyak tanaman singkong tidak tercatat.

“Kami lakukan pendataan ulang berbasis citra satelit. Dari situ diperkirakan luas tanam singkong sekitar 500 ribu hektare,” ungkap Mirza.

Ke depan, pemerintah mendorong diversifikasi produk singkong seperti mocaf dan etanol, serta membentuk Cassava Center pertama di Indonesia. Pusat ini akan fokus menghasilkan bibit unggul dan meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat.

“Pemerintah, industri, dan akademisi harus jalan bersama. Kita juga siapkan penyuluh khusus singkong di setiap kecamatan. Targetnya, dalam satu tahun produktivitas petani naik signifikan,” pungkas Mirza.

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

singkong

harga singkong Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya