Banjir di Rawa Panji Ancam Puluhan Hektare Tanaman Padi, Petani Rugi Segini!
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Kerugian hingga jutaan rupiah bakal dialami petani yang menanam padi di Rawa Panji, Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).
Pasalnya, hujan yang turun dari hari Minggu hingga Senin (23/6/2025) di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji dan Sido Waluyo, Kecamatan Sidomulyo, airnya menuju ke Rawa Panji dan menggenangi tanaman berumur 7-20 hari
Wayan Agus Saputra (43) petani di Rawa Panji mengaku, tanamannya yang berumur 20 hari dipastikan akan mengalami puso, karena air tidak bisa surut hingga satu Minggu ke depan
Hal itu disebabkan, air tidak bisa dibuang ke luar karena lokasi lahan pertanian di Rawa Panji menyerupai gentong air.
"Tanaman padi sulit untuk bertahan hidup akibat genangan air dengan kondisi lahan seperti itu," kata Wayan.
Gagal panen yang dialami petani di Rawa Panji menurut Wayan bukan hanya terjadi di musim gadu tahun ini, karena musim rendeng sebelumnya petani juga mengalami hal serupa.
"Musim rendeng kemarin, saya tanam sampai tiga kali dan tidak panen sama sekali, sekarang ditambah lagi terancam gagal lagi," imbuhnya.
Ateng panggilan Wayan Agus mengaku, setiap kali tanam di lahan seluas satu hektare membutuhkan dana yang tidak sedikit yakni berkisar Rp5 juta.
Uang tersebut untuk mengolah lahan, membeli bibit, ongkos tanam dan membeli pupuk serta obat-obatan.
Ia berharap, Pemerintah baik daerah maupun pusat bisa membantu meringankan beban petani dan mencarikan solusi agar lahan pertanian tidak lagi kebanjiran saat hujan.
Banjir
tanaman padi
rawa panji
way Panji
Lampung Selatan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
