Banjir di Lampura Meluas, BPBD Kesulitan Dirikan Tenda
Furkon Ari
Lampung Utara
"Pendirian tenda pengungsian membutuhkan area yang cukup luas dan benar-benar aman. Saat ini warga masih kami arahkan untuk mengungsi mandiri," jelasnya.
Berdasarkan data sementara BPBD, ratusan rumah warga terdampak banjir yang tersebar di sejumlah kelurahan, di antaranya Sindang Sari, Pasar Lama, Kotabumi Udik, Kota Alam, Tanah Miring, dan Tanjung Harapan.
Di tengah kondisi tersebut, Lurah Kotabumi Pasar Herman, mendesak pemerintah daerah agar segera menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak.
"Kami berharap segera ada tenda pengungsian agar warga bisa mengungsi dengan layak. Selain itu, kami juga meminta Dinas Sosial menyiapkan dapur umum," ujarnya.
Keluhan juga datang dari warga yang terdampak langsung. Hendra, warga Muara Jaya, mengungkapkan banjir membuat kehidupan masyarakat lumpuh total.
"Bantuan belum ada, baru sebatas pendataan. Mau beraktivitas susah, mau masak juga tidak bisa," keluhnya.
Menurut Hendra, banjir di wilayah tersebut hampir selalu terjadi setiap musim hujan. Ia menilai pendangkalan sungai menjadi salah satu penyebab utama luapan air yang berulang.
"Ini sudah jadi banjir tahunan. Sungai perlu dinormalisasi supaya tidak terus meluap saat hujan deras," tegasnya.
Selain merendam permukiman, hujan deras juga menyebabkan kerusakan infrastruktur.
Sejumlah ruas jalan dilaporkan rusak bahkan ambrol, seperti di turunan Jalan Virginia, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, tepatnya di dekat Masjid Baiturrahman hingga tembus ke Jalan Lintas RPN. (*)
Banjir
Hujan
Rendam
Sekolah
Infrastruktur
Jalan
Tempat Ibadah
BPBD
TNI
Polri
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
