Banjir di Lampura Meluas, BPBD Kesulitan Dirikan Tenda
Furkon Ari
Lampung Utara
RILISID, Lampung Utara — Banjir yang melanda Kabupaten Lampung Utara (Lampura) kian mengkhawatirkan dan hingga pukul 12.05 WIB, Senin (2/2/2026), ketinggian air terus bertambah dan bahkan mencapai pundak orang dewasa.
Ratusan rumah warga terendam, sementara aktivitas masyarakat lumpuh total di tiga kecamatan, yakni Kotabumi Selatan, Kotabumi, dan Abung Timur.
Wilayah terdampak terparah berada di Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, khususnya di kawasan Rawa Karya.
Luapan Sungai Way Sesah terjadi dengan cepat dan langsung menggenangi permukiman warga.
Selain itu, sejumlah titik di Kecamatan Kotabumi juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.
Di Desa Banjar Agung, Kecamatan Abung Timur, air bah meluap hingga menutup badan Jalan Abung Raya Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampura Erwin Syahputra menjelaskan, banjir dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
"Curah hujan yang tinggi membuat debit Sungai Way Sesah dan sejumlah anak sungai meningkat, hingga akhirnya meluap ke permukiman warga," ujar Erwin saat dikonfirmasi.
Erwin mengungkapkan, hingga saat ini BPBD belum mendirikan tenda pengungsian karena keterbatasan lokasi yang aman dan bebas dari genangan.
Untuk sementara, warga terdampak diarahkan mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga, kerabat, maupun tempat lain yang dinilai lebih aman.
Banjir
Hujan
Rendam
Sekolah
Infrastruktur
Jalan
Tempat Ibadah
BPBD
TNI
Polri
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
