Seluruh Gerai Ditutup, Ratusan Karyawan Bakso Sony Terancam Menganggur
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Kota Bandarlampung menutup 12 gerai Bakso Sonhaji Sony di Bandarlampung, Senin (20/9/2021). Ini menyusul enam gerai yang disegel lebih dulu pada Juli lalu.
Ke-12 gerai ini terletak di Jl Imam Bonjol, Tanjungkarang Pusat (TkP); Jalan Pemuda dan Jalan Raden Intan, Enggal; dan dua gerai di Jl Cut Nyak Dien Kecamatan Tanjungkarang Barat (TkB) dan Tanjungkarang Pusat (TkP).
Lalu, Jl Teuku Cik Ditiro, Kemiling; dua gerai di Jl Pramuka dan Jl Sumantri Brojonegoro (Unila), Rajabasa; Jl Gunung Rajabasa, Wayhalim, Jl Gajah Mada, Tanjungkarang Timur (TkT), Jl Yos Sudarso, Panjang, dan Jl Laksmana RE Martadinata, Telukbetung Timur.
Tim Pengendalian Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) sebelumnya menutup enam gerai di Jl Wolter Mongonsidi, TkP; Jl ZA Pagar Alam, Labuhanratu; Jl Sultan Agung, Wayhalim; Jl Ratu Dibalau, Tanjungsenang; serta Jl Endro Suratmin dan Pangeran Antasari, Sukarame.
Dampaknya, ratusan orang karyawan yang bekerja di 18 gerai Bakso Sony terancam menganggur.
Salah satu karyawan Bakso Sony di Jl Raden Intan, Joni, mengatakan kecewa dengan penutupan yang dilakukan oleh Pemkot Bandarlampung.
"Di gerai ini ada enam orang karyawan. Seluruhnya, dari 18 gerai kurang lebih 100 orang lah," ungkapnya.
Joni mengaku tidak memahami permasalahan antara pihak Pemkot dengan manajemen Bakso Sony.
"Kita cuma pegawai. Ikut pemerintah saja. Nanti kita koordinasi dengan manajemen Bakso Sony," ujarnya.
Begitu juga dengan salah satu pegawai Bakso Sony Unila. Ia meminta Pemkot memikirkan nasib mereka.
Bakso Sony
Pajak
Bandarlampung
Pegawai
terancam Nganggur
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
