Yuk Kenalan dengan Gubernur Bank Indonesia yang Baru
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sukoharjo 59 tahun lalu, Perry Warjiyo lahir dari keluarga petani di pedesaan. Pria kelahiran 25 Februari itu, hari ini (28/3/2018) akhirnya ditetapkan sebagai Gubernur Bank Sentral Indonesia untuk lima tahun ke depan.
Menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1982, ia melanjutkan pendidikan di Lowa State University, Amerika Serikat (AS) dan berhasil meraih gelar master pada 1989 dan gelar Ph.D pada 1991.
Saat ini, Perry menjabat sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2013-2018 dan akan mengakhiri masa jabatannya April 2018 ini. Namun, takdir berkata lain, di penghujung masa jabatannya, ia justru dipercaya menjadi Gubernur BI periode 2018-2023.
Awal karir Perry di Bank Indonesia dimulai sejak 1984. Fokusnya lebih di area aset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset, kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta Biro Gubernur.
Ia juga pernah menjabar sebagai Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.
Bahkan, selama dua tahun Perry sempat menduduki posisi penting sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota South East Asia Voting Group pada 2007-2009.
Dengan latar belakang tersebut, pria yang gemar mengkonsumsi masakan tradisional ini juga menjadi dosen pascasarjana Universitas Indonesia (UI). Ia juga menjadi dosen tamu di sejumlah universitas terkemuka di Tanah Air.
Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membuat Perry gemar menulis dan pernah menerbitkan sejumlah buku, jurnal dan makalah di bidang ekonomi moneter dan isu-isu internasional.
Sebagai informasi, setelah menjalankan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk Gubernur Bank Sentral baru periode 2018-2023, Rabu (28/3/20180), Komisi XI DPR sepakat memilih Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru. Selain itu, Komisi XI juga memilih Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Perry.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
