Wow! 'Straw' Sapi Ini Mampu Bertahan 5 Jam
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — BPTP Balitbangtan Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Brebes dan BIB Ungaran melakukan pembuatan straw (semen/sperma beku) sapi Jabres sebagai upaya untuk pelestarian dan pengembangan sapi Jabres.
Kenapa harus dibuat semen beku? Pembuatan straw sapi dimaksudkan untuk mempercepat dalam mengatasi permasalahan penurunan populasi dan penurunan kualitas ternak.
Diketahui bahwa, populasi sapi unggul lokal Jabres telah menurun yang disebabkan karena banyaknya sapi yang dipotong atau dijual, begitu juga dengan kualitasnya, karena banyak pejantan sapi bagus yang dijual serta terjadinya persilangan dengan sapi breed lain akibat dari intensifikasi inseminasi buatan (IB) menggunakan straw dari sapi impor, maka kualitas sapi Jabres mengalami penurunan.
Selain itu, dengan kebijakan pengembangan sapi melalui Program SIWAB (Sapi Induk Wajib Bunting), yang menggunakan straw impor atau dari sapi PO lokal, jika diimplementasikan di daerah padat populasi sapi Jabres, maka potensi genetiknya akan berubah.
Seiring dengan mahalnya biaya dan prosedur yang rumit bila dilakukan pengambilan semen di BIB Ungaran, atau memindahkan sapi dari Brebes ke BIB Ungaran, muncullah ide kreatif dari Peneliti BPTP Balitbangtan Jateng, Muryanto untuk membawa semen segar sapi Jabres dari Brebes ke BIB Ungaran untuk dibuat straw.
Langkah pertama adalah melakukan penjaringan calon pejantan sapi Jabres di Kabupaten Brebes.
Sesuai dengan prosedur, pejantan terpilih diperiksa kesehatannya dan dibuatkan surat bebas penyakit infeksi reproduksi berupa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan Kabupaten Brebes.
Tahap selanjutnya adalah memperbaiki performa pejantan terpilih dengan pemberian hijuan dan pakan penguat selama satu bulan berupa rumput gajah Pennisetum purpureum, gamal Gliricidia sepium dan lamtoro Leucaena leucocephala, serta ditambahkan bekatul sebanyak 1 kilogram per hari per ekor.
Langkah berikutnya adalah pengambilan semen segar, kemudian dibawa dari Kabupaten Brebes ke BIB Ungaran mengunakan alat pendingin khusus pada suhu 5°C dan selama perjalanan menggunakan sumber listrik dari mobil.
Setelah sampai BIB Ungaran, semen tersebut segera dievaluasi kelayakannya sesuai SNI untuk dibuat straw.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
