'Wetland Paddy Planter' Dukung Lahan Rawa Atasi Kelangkaan Tenaga Kerja

Elvi R

Elvi R

Jakarta

5 Februari 2020 12:44 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Salah satu teknologi yang dikenalkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk mendukung pertanian lahan rawa adalah Alat Tanam Benih Padi di Lahan Sawah (Wetland Paddy Planter). Alat ini merupakan hasil perekayasaan dan pengembangan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) guna mendukung kelangkaan tenaga kerja penanaman khusunya untuk lahan sawah/rawa.

Pemanfaatan lahan rawa harus dengan prinsip sustainable agriculture. Oleh karena itu, perlu dikerjakan dengan full mekanisasi dan pola mina padi. Sehingga dapat menghemat Rp15 juta per hektar, dari biaya cetak sawah Rp 19 juta menjadi Penerapan alat-alat mekanis diharapkan dapat mengisi kekurangan tenaga kerja, meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi. Oleh karenanya, kondisi alat-alat mekanis tersebut harus selalu siap pakai bila akan digunakan.

Namun sayangnya, hingga saat ini penerapan teknologi mekanisasi di lahan rawa selama ini belum dilakukan secara masif dan terencana. Padahal di satu sisi, kesiapan teknologi mekanisasi untuk budidaya padi di lahan sawah, dari pengolahan tanah sampai panen sudah ada di pasaran.

Karena itu, penting adanya sentuhan atau modifikasi dari alsintan yang biasanya digunakan pada budidaya padi lahan sawah, agar bisa digunakan di lahan rawa. Tentu saja dengan memperhatikan drainase dan irigasi lahan, membuat jalan usahatani, membangun sarana dan prasarana pertanian, menyesuaikan antara alsintan dengan pola tanam serta memberdayakan sumberdaya manusia di lokasi lahan rawa.

Adapun bagian utama dari Wetland Paddy Planter, yakni hopper untuk penampung benih, metering device sebagai alat untuk mengatur jumlah benih yang keluar, penyalur benih ke tanah, sistem transmisi dan karet pelampung.

Alat ini dalam operasionalnya harus digandeng dengan traktor roda empat/crawler dengan daya minimum 40 HP. Kecepatan kerja 2-3 kilometer per jam. Jumlah baris tanam 10 baris, jarak tanam antar baris 25 sentimeter, jarak tanam dalam baris 12-15 sentimer, jumlah benih per lubang 3-5 biji dan kedalaman tanam 0-2,5 sentimeter. Selain itu power seeder ini bisa diatur untuk tanam benih jajar legowo (jarwo) dengan jumlah baris tanam 8 baris.

Wetland Paddy Planter yang digunakan dengan cara digandengkan dengan traktor empat roda/roda crawler dengan 3 titik gandeng. Power seeder ini digerakkan secara langsung oleh power take off (PTO) traktor, sehingga mempunyai kelebihan tidak akan terjadi sliding pada pengatur pengeluaran benih padi. Diharapkan dengan cara iti jatuhan benih padi dapat turun secara konsisten. 

Selain itu di bagian bawah power seeder juga dilengkapi dengan pelampung/perata dari karet. Sehingga bekas roda traktor penarik bisa diratakan kembali dan penjatuhan benih ke tanah terjadi dengan sempurna.

Dengan keberhasilan pengembangan alat penanam benih padi lahan sawah (Wetland Paddy Planter) diharapkan pemanfaatan lahan rawa dengan menggunakan alat dan mesin pertanian dapat dioptimalkan sehingga produktivitas hasil pertanian meningkat.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya