Varietas Unggul Baru Adaptif Lahan Rawa

Elvi R

Elvi R

Jakarta

2 Agustus 2019 19:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
VUB di lahan rawa. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
VUB di lahan rawa. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus mengoptimalkan lawan rawa menjadi pertanian produktif melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Koala, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Optimalisasi lahan-lahan tersebut menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program ini mengingat potensi besar lahan rawa di Kalimantan Selatan. Langkah yang ditempuh salah satunya adalah memanfaatkan lahan rawa melalui optimalisasi lahan rawa seluas 100 hektar.

Balitbangtan saat ini melakukan pengelolaan dengan menerapkan inovasi baru yang semua pendekatannya menggunakan teknologi. Langkah ini merupakan sebuah tantangan besar dalam pengelolaan lahan rawa untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan. 

Penerapan input teknologi dilahan seluas 100 hektare yang dilakukan pada tahap awal kegiatan ini adalah pemilihan varietas unggul yang cocok dan adaptif terhadap lingkungannya.  Empat varietas unggul padi yang saat ini diuji coba untuk ditanam yakni Inpari 43 GSR, Inpara 2, Inpara 8, dan Inpara 9.

Indrastuti A Rumanti salah satu anggota tim program serasi dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dalam keterangannya mengatakan pentingnya melakukan pemilihan varietas yang tepat dalam pengelolaan lahan rawa di Barito Koala. 

“Pemilihan empat jenis varietas Inpari 43, Inpara2, Inpara 8, dan Inpara 9 tersebut bukan tanpa alasan, masing-masing mempunyai kelebihan dan dipandang cukup adaptif untuk lahan rawa.  Inpara 2, 8, dan 9 misalnya, dipilih karena toleran cekaman Fe (zat besi) yang menjadi masalah utama di Jejangkit," terang Indrastuti yang juga pemulia tanaman padi. 

Sementara itu menurut keterangan Aidi Noor selaku peneliti dari BPTP Kalimantan menambahkan bahwa Inpari 43 mempunyai kelebihan potensi hasil tinggi dan dipandang cukup adaptif untuk lahan rawa. Selain itu tiga varietas yang disebutkan diatas juga mempunyai kelebihan toleran Fe, tahan tungro dan penyakit blast yang umumnya menyerang diwilayah tersebut. 

Selain alasan diatas, masyarakat Batola sangat menyukai nasi dengan tekstur nasi pera seperti Inpara 2 yang telah lama dikenal petani setempat.

Hal senada dikatakan Kepala Balai Penelitian Lahan Rawa (Balittra) Hendri Sosiawan.  Dalam keterangan terpisah Ia menegaskan bahwa upaya maksimal dalam mendukung dan mensukseskan program SERASI terus dilakukan bersama-sama semua pihak. Terkait dengan rekomendasi penggunaan varietas unggul,  Hendri merespon baik karena empat varietas yang ditanam saai ini , telah terbukti mempunyai daya tahan terhadap cekaman kondisi abiotik dan biotik. Ia berharap Dengan dorongan inovasi teknologi dan pendampingan yang dilakukan di lokasi demfarm bisa memberi perubahan menjadi lebih maju dan ada peningkatan produktitas yang bisa membawa kesejahteraan bagi petani sehingga Kabupaten Barito Koala punya kontribusi peningkatan dalam peningkatan produksi padi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya