Terdampak Virus Corona, Bawang Putih Sumbang Inflasi Terbesar
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan bawang putih menyumbang inflasi terbesar dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Yaitu 0,09 persen pada Februari lalu akibat kenaikan harga sebesar 0,28 persen. Harga bawang putih sendiri mencapai lebih Rp50.000 per kilogram.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti, inflasi disebabkan karena kurangnya pasokan dari komoditas tersebut. Hal itu dipicu seiring merebaknya wabah virus corona atau dikenal dengan nama COVID-19.
"Bisa jadi karena wabah virus corona ini. Namun, yang jelas mayoritas bawang putih kita impor dari Cina," ujar Yunita kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/3/2020).
Sedangkan, secara keseluruhan kelompok tersebut menyetor inflasi 0,95 persen. Dari kelompok makanan itu, cabai merah menempati posisi kedua tertinggi penyebab inflasi yaitu 0,06 persen.
Disusul daging ayam ras dan jeruk dengan andil masing-masing 0,02 persen, serta rokok kretek filter, beras, minyak goreng, rokok putih, cabai rawit, bawang bombay, dan kentang dengan andil masing-masing 0,01 persen.
"Jika bawang putih sebagian karena impor dari Cina, maka komoditas makanan lain penyumbang inflasi lebih disebabkan karena musim hujan yang intensitasnya tinggi dan banjir," jelas Yunita.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
