Serangan Hama Wereng di Aceh Besar Masih di Bawah Ambang Batas Normal

Elvi R

Elvi R

Aceh Besar

11 Agustus 2019 09:45 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Aceh Besar — Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Aceh pada 2019  melaksanakan pilot  project penanaman padi indeks pertanaman (IP) 300 seluas 500 hektar di dua Kecamatan yaitu; Kecamatan Indrapuri dan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar.  

Masih di kecamatan yang sama yakni di desa Anuek Glee, Kec. Indrapuri, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh melakukan demonstrasi plot seluas lima hektar dengan menanam varietas unggul padi Inpari 32 HDB dan Inpari 42 sebagai percontohan.

Pencanangan tanam perdana pilot project IP 300  telah dilakukan oleh Plt Gubernur NAD Nova Iriansyah dan Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Kementerian Pertanian Dedi Nurayamsi  pada April 2019.

Kondisi pertanaman kedua varietas  saat ini memasuki fase generatif atau menjelang panen. Dari hasil pemantauan Kepala BPTP Aceh M. Ferizal,  Sabtu (10/08/19) dilaporkan, tidak terjadi serangan wereng yang dapat mengakibatkan gagal panen seperti yang diberitakn di beberapa media online.

“Kami telah mengamati langsung pertanaman Inpari 32 HDB dan Inpari 42 di lokasi demplot seluas 5 hektar, dan kondisi pertanaman saat ini normal” terang Ferizal, Sabtu (10/8/19).

Diakuinya ada serangan hama tikus, wereng dan burung tetapi masih di bawah ambang batas aman. Lebih lanjut Ia mengatakan, kondisi cuaca  yang  terlalu panas tentu  berpengaruh terhadap tingkat produksi. Namun, hal itu biasa terjadi di wilayah tersebut di saat musim gadu.

 “Akibat kondisi cuaca panas terlalu tinggi ada kurang lebih 0,3 hektare (6persen) yang mengalami kehampaan karena pada saat fase pengisian bulir, sehingga hasil panen berkurang di area ini dengan beberapa kendala lapangan tersebut.  Diperkirakan saat panen yang akan dilaksanakan pertengahan bulan ini, petani yang mengelola lahan demplot lainnya masih bisa panen dengan estimasi hasil paling tidak 60-80 persen atau sekitar 5 ton per hektrae,” pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya