Seminar Maspro Sumbagsel, Erick Thohir Bicara Roadmap Hilirisasi SDA dan Pangan

Pandu Satria

Pandu Satria

Jakarta

17 April 2022 03:24 WIB
Advertorial | Rilis ID
Mentri BUMN Erick Thohir. Foto: istimewa
Rilis ID
Mentri BUMN Erick Thohir. Foto: istimewa

Erick menyebut Provinsi Bangka Belitung (Babel) memiliki kandungan sumber daya timah terbesar di dunia. Maka dari itu Erick mendorong Babel membuat kawasan industri terpadu terkait tambang timah.

“Kita salah satu produsen timah terbesar di dunia. Tidak hanya itu, tetapi di semua SDA. Namun, kita masih terjebak mindset untuk menjual raw material atau bahan baku hingga 50 persen untuk dunia,” kata Erick.

“Padahal negara-negara tetangga kita sekarang sudah bisa di bawah 22 persen. Ini menjadi kekuatan kita, tentu kawasan industri terpadu di Bangka Belitung itu harus dipertimbangkan,” imbuhnya.

Erick yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) meminta Babel fokus untuk melakukan hilirisasi timah dengan menciptakan ekosistem baru, yang tentunya akan menumbuhkan ekonomi baru dan terciptanya lapangan kerja baru.

“Seperti contoh apa yang dilakukan kemarin di Batang, Jawa Tengah, hasilnya luar biasa. Dari 4.600 hektare di Batang itu sekarang sudah terinvestasi hampir 2.000 hektare,dalam waktu dua tahun lebih. Ini artinya ada investasi masuk,” ucapnya.

Sementara itu, untuk Provinsi Bengkulu, Erick menekankan fokus terhadap ketahanan pangan, yang dapat dikolaborasikan dengan program Makmur BUMN, yaitu penguatan ekosistem untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Erick menerangkan program Makmur ini menargetkan sekitar 200 ribu hektare lahan. Namun baru berjalan hampir 80 ribu hektare dan khusus untuk wilayah Sumbagsel ada 8.000 hektare. 

“Ini yang membedakan dengan program-program sebelumnya. Dulu, petani itu hanya diberi pembiayaan tetapi tidak ada pendampingan. Bahkan kalau gagal panen didiamkan sendiri karena tidak ada offtaker-nya,” ulas Erick.

Sebaliknya dengan program Makmur yang fokus terhadap lima komoditas pangan yaitu sawit, gula, padi, kopi dan jagung, BUMN turut memberikan kontribusi untuk memberikan pelayanan yang berpihak kepada para petani sehingga tercipta ketahanan pangan.

“Jadi para petani ini diberikan namanya pendanaan dari bank-bank Himbara, lalu diberikan pupuk yang tepat waktu. Tetapi non subsidi. Namun, bibitnya yang benar lalu didampingi oleh Jasindo kalau gagal panen, lalu hasilnya 100 persen di-offtaker oleh RNI, PTPN bersama swasta,” jelas Erick. (*) 

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Erick Thohir

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya