SERASI, Ujung Tombak Program Kementan
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kementerian Pertanian tetap fokus pada pengembangan pertanian di lahan rawa. Melalui program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan berbagai langkah strategis antara lain dengan melakukan kegiatan Demfarm (Demonstrasi farming) yang di dalamnya melibatkan petugas pendamping yang ditempatkan di lapangan, Banjarbaru (1/8).
Lahan rawa di Indonesia tersebar di tiga pulau besar, yaitu di Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya (Papua). Luas lahan rawa Indonesia ± 33,4 juta hektare, yang terdiri atas lahan rawa pasang surut sekitar 20 juta hektare dan lahan lebak 13,4 juta hektare (BBSDLP, 2018)
Salah satu hal yang dilakukan dalam mendorong upaya keberhasilan program SERASI adalah melakukan penyusunan petunjuk teknis (juknis) yang berfungsi sebagai panduan bagi para petugas lapang.
“Sosialisasi Petunjuk Teknis Penelitian dan Pengembangan Demonstrasi Farm Program #SERASI di Kalimantan Selatan” telah diselenggarakan di Aula Balittra. Kegiatan tersebut dirangkai dengan kunjungan lapang ke lokasi denfarm Jejangkit Muara, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian, Dr. Husnain, MSc., dalam arahannya menyampaikan penghargaan dan ucapakan terima kasih kepada Pemda Kalsel dan Sumsel yang selama ini telah mendukung sepenuhnya pelaksanaan program ini. Husnain menuturkan bahwa Program SERASI merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi pada program Kementerian Pertanian.
“SERASI merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi program Kementan,” papar Husnain.
Fokus dan keseriusan Kementerian Pertanian pada program SERASI diwujudkan menurunkan 27 orang tenaga pendamping lapang di Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, dan 23 orang ditempatkan di Kab. OKI, Musi Banyuasin, Banyuasin, Prov. Sumatera Selatan.
Terhadap petugas pendamping lapang secara khusus Husnain berpesan, peran dan keberadaan petugas pendamping sangatlah penting, karenanya penugasan tersebut hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh.
“Penugasan yang diberikan hendaknya dijadikan sebagai media pembelajaran dan ajang menggali ilmu dan pengalaman lapang sebaik-baiknya,” tandas Husnain.
Dalam pembingkaiannya Prof. Irsal Las menuturkan, bila Kementerian Pertanian berhasil dalam pengembangan rawa khususnya di Kalimantan, maka target lumbung pangan dunia 2045 akan dapat dicapai.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
