Potensi Migas, ESDM Kerahkan Kapal Survei Geomarin III di Perairan Nias
Anonymous
Hedi menambahkan, untuk tahun 2018, P3GL memfokuskan survei menggunakan kapal Geomarin III di Cekungan Nias di Wilayah Barat dan Cekungan Waipoga di Indonesia Bagian Timur.
Hasil penelitian potensi gas biogenik ini bisa diusulkan sebagai kandidat wilayah kerja migas di masa mendatang, sehingga diharapkan dapat menambah sumber daya gas di Indonesia, apabila penelitian potensi gas biogenik ini menunjukkan hasil yang signifikan.
Pada tahun 2017, survei yang sama dengan kapal riset Geomarin III berhasil menemukan adanya potensi gas biogenik di Cekungan Bali Utara. Survei yang dilakukan 26 April hingga 18 Mei 2017 tersebut.
Untuk pertama kalinya Geomarin III dibekali peralatan lengkap selain seismik 2D, yaitu gravity meter, geomagnete dan echosounder multibeam. Peralatan tersebut digunakan untuk menentukan model dan dimensi cekungan migas serta dapat menambah pemahaman tentang petroleum system yang merupakan konsep penting daIam bidang migas.
Dalam eksplorasi, gas biogenik sebenarnya bukan menjadi target utama. Jadi, kebanyakan ditemukan tidak sengaja saat pencarian target gas dan minyak konvensional di kedaIaman antara 500 - 1.000 meter.
Namun, gas tersebut bisa dimanfaatkan. Salah satunya di Lapangan Gas Kepodang, BIok Muria (Cekungan Pati), sekitar 70 kilometer (km) di utara Iepas pantai Rembang. Lapangan seluas wiIayah 2.778 km2 ini menghasilkan gas sebesar 354 MMSCFD.
Gas biogenik dari lapangan itu dialirkan melalui pipa sejauh 207 km untuk memenuhi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Semarang. Total kapasitas pembangkit Tambak Lorok sebesar 1.000 MW.
Sekitar 20 persen sampai 30 persen cadangan gas dunia adalah gas biogenik dan baru ditemukan sebanyak 4 triliun kaki kubik (triIIion cubic feet /TCF). Temuan itu sebagian diproduksi di Indonesia. Potensi gas biogenik terdapat juga di beberapa sumur yang telah berproduksi di Cekungan Utara Jawa Timur. Lokasinya berbatasan dengan Cekungan Bali di perairan Bali Utara.
Sumur bor Terang-1 mengindikasikan potensi gas biogenik pada Formasi Mundu. Kisaran kedalamannya 600 hingga 700 meter di bawah permukaan dasar laut dan penyebarannya sampai ke bagian tenggara Pulau Kangean.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
