Perusahaan Swasta Kembangkan Sorgum Rakitan Balitbangtan di Lahan 150 Ribu Hektare
Elvi R
Jakarta
"Kalo dibandingkan tanaman sela lainnya, sorgum ini memiliki nilai ekonomi pada biji, daun dan batangnya. Untuk biji gabah kering (tingkat kekeringan 30 persen) bisa diperoleh 15-18 ton per hektare per tahun. Sementara untuk batang bisa menghasilkan nira sorgum sebanyak 20-30 ton per hektare per tahun," lanjut pria yang juga sebagai Ketua Tim Riset Penanaman Sorgum di Areal Peremajaan Kelapa Sawit ini.
Upaya pengembangan sorgum di sini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bahkan Bupati Serdang Bedagai, Soekirman menyebutkan bahwa daerahnya akan canangkan sorgum sebagai tanaman alternatif saat peremajaan sawit.
“Dengan pencanangan sorgum di Kabupaten Sergai, saya sangat berharap tanaman ini dapat diterima dengan baik oleh petani dan khususnya masyarakat sebagai konsumen karena sorgum ini punya banyak manfaat dalam bidang pangan. Sorgum juga dapat diproduksi dengan perawatan yang tidak terlalu sulit namun dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal”, kata Soekirman.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Balitbangtan, Mastur PhD mengaku bangga karena sorgum hasil penelitian Balitbangtan dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
"Kami bersyukur dan tentu sangat mendukung program yang dicanangkan oleh bapak bupati. Dukungannya seperti apa? Tentu dengan menyuplai benih dengan baik agar bisa berkembang di Serdang Bedagai maupun daerah-daerah lainnya," pungkas Mastur.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
