Pernah Jadi Rekan Jokowi, Bukan Alasan Ahok Ditunjuk Sebagai Komisaris Pertamina
Tari Oktaviani
Jakarta
RILISID, Jakarta — Jakarta - Menteri BUMN Erick Tohir buka-bukaan terkait alasannya menunjuk Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjadi Komisaris Utama Pertamina. Ia berkata bahwa dipilihnya BTP alias Ahok, bukan karena rekan sejawat Presiden Joko Widodo saat duduk di kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kita kan ada proses TPA-nya (Tim Penilai Akhir). Tidak mungkin kita angkat seseorang hanya oh karena ini teman saya. Akhirnya tidak objektif," Katanya dalam talkshow Mata Najwa, Rabu malam (4/12/2019).
Saat Najwa sebagai pembawa acara menanyakan, apakah penunjukan Ahok jadi Komisaris Pertamina bagian dari instruksi pak Jokowi?, Erick mengatakan semua penunjukan atas keputusan bersama. Sehinga menurutnya, bukan atas keputusan satu suara saja.
"Saya rasa kita keputusan bersamabersama," Paparnya.
Erick menyebut salah satu alasan terpiluhnya Ahok lantaran ia memenuhi syarat sebagai seorang figur yang menjanjikan terbenahinya Pertamina. Ia mengatakan figur-figur itu memang kerap dibutuhkan oleh negara.
"142 persen BUMN saya rasa terbuka. Kita tidak mungkin dimanage dengan kita2. Kita harus punya figur figur yang baik. Mencerminkan tadi. Akhlak, teamwork dan juga loyalitas. Dengan itu kita mau tidak mau harus membuka diri," Ungkapnya.
Lebih jauh, Najwa juga menyinggung alasan Erick tak menaruh Ahok di jajaran Direksi. Menurut Erick, hal itu karena jajaran Direksi pertamina masih dapat dipercaya kinerjanya.
"Anda menunjuk di posisi komisaris kenapa tidak sekalian direksi?," Tanya Najwa.
"Direksi yang sekarang peformancenya cukup baik. Kalau kita lihat impor migas bisa ditekan tentu karena direksi. Tapi kita perlu figur pak Ahok atau pak Chandra yang bisa jadi payung atau pendobrak," Tegasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
