Pengusaha UMKM Harus Berkolaborasi dan Melek Teknologi
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
“Tolong jangan buta teknologi. Karena ketika kita berdiam diri maka teknologi terus berjalan meningalkan kita,” pungkasnya.
Narasumber lain Heri Andrian, Founder Damarian itu juga mengatakan bahwa bagi yang ingin memulai usaha jangan takut untuk memulai. Perhitungan resiko tetap perlu diperhitungkan, tetapi pengusaha harus siap untung maupun rugi.
Menurutnya setiap para pelaku usaha saat ini harus kenal digital marketing. Bagaimana membuat produk yang berkualitas, serta bagaimana mengemas produk kemasan yang menarik.
“Contoh Puttei Banana Chips, mungkin bahan dasarnya sama-sama pisang. Tetapi bagaimana kita packing yang bagus dan menarik sehingga orang tertarik dan yakin untuk membeli,” kata dia.
Selain itu, sebagai pemula para pelaku UMKM harus memiliki mentor yang mampu menjadi memberikan masukan yang benar dan tepat. Ia menceritakan, awalnya mendirikan Damarian yang merupakan toko oleh-oleh karena mendapat saran dari temannya.
“Alhamdulillah saat ini Damarian berlokasi tidak jauh dari pintu Tol. Saat ini ada sekitar 200 pelaku UMKM yang menitipkan produknya. Ada sekitar 30 merek keripik, kemudian ada 40 merek kopi. Tidak perlu khawatir rezeki masing-masing. Saat ini perekonomian sangat tergantung dengan UMKM. Bangkit maju dan fokus, saya yakin UMKM akan menjadi solusi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
