Pengusaha UMKM Harus Berkolaborasi dan Melek Teknologi

Dwi Des Saputra

Dwi Des Saputra

Bandarlampung

17 Juni 2021 19:35 WIB
Bisnis | Rilis ID
Kegiatan Ngajak Online 2021 dengan tema “Gollaborasi Bisnis Online” yang diselengarakan oleh JNE, Kamis (16/6/2021). Foto: Dwi DS
Rilis ID
Kegiatan Ngajak Online 2021 dengan tema “Gollaborasi Bisnis Online” yang diselengarakan oleh JNE, Kamis (16/6/2021). Foto: Dwi DS

RILISID, Bandarlampung — Sudah saatnya pelaku UMKM memanfaatkan digital marketing sebagai salah satu sarana mengembangkan usaha. Selain itu, di era digital ini sudah saatnya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Hal itu dipaparkan yang dalam kegiatan Ngajak Online 2021 dengan tema “Gollaborasi Bisnis Online” yang diselengarakan oleh JNE, Kamis (16/6/2021).

Dalam pemaparannya, pembicara pertama yakni Kepala Cabang JNE Lampung Ahmad Junaidi mengatakan, JNE memiliki empat pilar nilai perusahan yakni jujur, dispilin, tanggung jawab, dan visioner. 

Dalam menjalankan usahanya, JNE telah melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk konsumen, seperti memberikan berbagai cashback hingga diskon ongkos kirim, serta tersedianya gerai di seluruh kabupaten kota hingga kecamatan di Lampung.

“Kami memiliki sekitar 400 gerai JNE ada di Lampung. Gerai-gerai ini untuk mempermudah dan mendekatkan pengiriman produk-produk UMKM,” ujar Junaidi. 

Selain itu, JNE Kantor Cabang Utama Lampung rutin mengadakan kegiatan sosial ke masyarakat seperti kegiatan sedekah yatim piatu, memberikan berbagai donasi, serta ikut membantu pembangunan masjid sekitar. 

“Sudah saatnya memanfaatkan era kolaborasi. Bersinergi dan berkolaborasi adalah salah satu cara untuk memperoleh keberhasilan bersama. Berbagai kegiatan kolaborasi telah banyak dilakukan oleh JNE Lampung,” tukas Junaidi lagi.

Sementara nasasumber Nabila Zahara yang juga pemilik Nabila Fashion of Sulam Usus mengatakan, para pelaku usaha khususnya dalam dunia fashion harus mengikuti perkembangan fashion kekinian dan memperhatikan permintaan pasar. Perlunya riset data terkait marketplace yang dijadikan tempat menjual online.

“Ikuti digitalisasi seperi media sosial instagram, facebook, tiktok, dan lain-lain. Marketplace jangan hanya terbatas di Indonesia, kami juga  menerima crypto currency, kalau tidak kita ketingalan,” ungkap dia.

Ia berharap para pelaku UMKM, khususnya di Lampung senantiasa mengembangkan pengetahuan diri dengan memahami dan mempelajari perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya