Pengembangan Ubi Kayu di Bawah Tegakan Pohon Jati Ternyata Menjanjikan, Begini Caranya...
Elvi R
Jakarta
Hasil umbi yang diperoleh hanya dipengaruhi oleh perbedaan varietas ubi kayu. Varietas Malang 4 dan Adira 4 memberikan hasil lebih banyak dibandingkan tiga varietas lainnya masing-masing 32 dan 28 ton per hektare. Varietas Litbang UK 2, UJ 5, dan Cecek Ijo menghasilkan umbi lebih sedikit berturut turut 21, 23 dan 25 ton per hektare.
Perbedaan input pupuk yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan hasil umbi, tetapi diindikasikan penggunaan input pupuk sedang (125 kilogram Urea ditambah 150 kilogram SP36 ditambah 100 kilogram KCl) memberikan hasil yang cenderung lebih tinggi (27,29 ton per hektare). Pada input pupuk tinggi (200 kilogram Urea ditambah 200 kilogram SP36 ditambah 125 kilogram KCl ditambah 5 ton kompos per hektar). Tanaman banyak yang roboh karena terlalu subur dan tinggi. Oleh karena itu, pilihan input pupuk yang dapat dianjurkan adalah penggunaan input pupuk sedang.
Hasil umbi yang dicapai oleh varietas Malang 4 dan Adira 4 dinilai sudah cukup tinggi karena di bawah tegakan pohon jati populasinya hanya mencapai 60 persen dari pertanaman monokultur. Di samping itu terdapat pengaruh naungan dari pohon Jati yang mencapai 40 – 60 persen. Varietas Litbang UK 2 mempunyai kadar pati yang terendah, 18,60 persen (Tabel 2). Sedangkan kadar pati tertinggi diperoleh varietas Adira 4 (22,87 persen). Kadar pati tidak dipengaruhi oleh perbedaan input pemupukan. Hal ini menunjukkan bahwa kadar pati lebih dipengaruhi oleh fisiologi, biokimia, dan ekspresi gen tanaman (Li et al. 2016).
Teknologi budi daya ubi kayu di bawah tegakan jati yang dapat disarankan adalah di antara tegakan pohon jati jarak tanam 3 meter x 3 meter, berdasarkan ketentuan Perum Perhutani dapat ditanami ubi kayu dua baris, sehingga populasi tanaman 60 persen dari populasi monokultur. Pada kondisi yang demikian Varietas Malang 4 mampu tumbuh lebih baik dan memberikan hasil umbi lebih tinggi (32,01 ton per hektare) dari Varietas Adira 4, Cecek Ijo, UJ 5, dan Litbang UK 2. Secara teknis, dosis pupuk yang dianjurkan adalah 125 kilogram Urea + 150 kilogram SP36 + 100 KCl kilogram per hektare.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
