Pemprov Lampung Tetapkan 6 Prioritas Pembangunan Tahun 2020

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

26 Maret 2019 16:28 WIB
Advertorial | Rilis ID
Gubernur M. Ridho Ficardo didampingi Kepala Bappeda Lampung Herlina Warganegara (kiri) usai membuka Musrenbang RKPD Provinsi Lampung Tahun 2019 di Ballroom Novotel, Selasa (26/3/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata
Rilis ID
Gubernur M. Ridho Ficardo didampingi Kepala Bappeda Lampung Herlina Warganegara (kiri) usai membuka Musrenbang RKPD Provinsi Lampung Tahun 2019 di Ballroom Novotel, Selasa (26/3/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan enam prioritas pembangunan tahun 2020 yang bertajuk “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Melanjutkan Pembangunan Ekonomi Untuk Mengurangi Kemiskinan”.

Yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM); meningkatkan nilai tambah produk unggulan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan; reformasi birokrasi; infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas; kehidupan yang religius, aman, berbudaya dan inovatif; serta pembangunan berkelanjutan dan mitigasi bencana.

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan nasional, termasuk Provinsi Lampung.

“Oleh karenanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas antar-jenjang pemerintahan menjadi kunci keberhasilan kita bersama,” kata Ridho saat membuka Musrenbang RKPD Provinsi Lampung Tahun 2019 di Ballroom Novotel, Bandarlampung, Selasa (26/3/2019).

Menurut Ridho, tahun 2020 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung 2020-2024.

“Di mana RPJMD ini merupakan tahap terakhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2005-2025,” ujarnya.

Sejumlah pencapaian sasaran dan target pembangunan telah dicapai dalam kurun 2014-2018.

Pembangunan Ekonomi:

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung terus meningkat dari 5,08 persen pada tahun 2014 menjadi 5,25 persen di tahun 2018 dan selalu di atas rata-rata nasional. Ini sejalan dengan lompatan peningkatan daya saing hasil kajian The Asia Competitiveness Institute Singapura. Dari peringkat 25 pada 2014 menjadi peringkat ke-12 di tahun 2018 secara nasional. Persentase penduduk miskin dari 14,21 persen pada tahun 2014 menjadi 13,01 persen pada tahun 2018.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya