Pemerintah Bidik Raksasa Migas di Amerika untuk Ini

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

11 Maret 2018 03:03 WIB
Bisnis | Rilis ID
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. FOTO: INDRA KUSUMA/RILIS.ID
Rilis ID
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. FOTO: INDRA KUSUMA/RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Sebagai upaya mendorong investasi di sektor minyak bumi dan gas (migas), pemerintah lakukan penawaran 26 blok wilayah kerja baru yang dilelang tahun ini kepada perusahaan Amerika Serikat (AS). Perusahaan tersebut diataranya, Chevron, British Petroleum (BP) North America, dan Murphy Oil Corporation.

Langkah tersebut menjadi sasaran Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, saat temui sejumlah pimpinan perusahaan raksasa migas di Amerika.

Saat berkunjung ke kantor Murphy Oil Corporation di Houston, Texas, Arcandra memaparkan kebijakan pemerintah Indonesia yang mereformasi aturan investasi, dan menerapkan sistem bagi hasil dari produksi kotor (gross split). Ia menuturkan, reformasi aturan migas tersebut mendapat sambutan positif dari Murphy.

"Bahkan, CEO Murphy Roger Jenkins mengaku terkejut dengan fiscal regime baru (PSC (Public Service Commission) gross split) yang kini diterapkan di Indonesia," jelas Arcandra dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Sabtu (10/3/2018).

Jenkins juga menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah Indonesia, yang telah melakukan reformasi peraturan atraktif bagi investor. "Mereka (Murphy) juga mengakui penghapusan peraturan-peraturan di Kementerian ESDM, menjadikan Indonesia friendly bagi investor asing," ungkapnya.

Sebelumnya, Murphy Oil Co memutuskan keluar dari Indonesia pada 2015 lantaran bisnis eksplorasinya tak berjalan mulus. Namun, dengan sistem PSC gross split ini, Jenkins menyatakan, akan mengkaji kembali portofolio perusahaan terkait investasi, termasuk penawaran 26 wilayah kerja yang baru saja dibuka di Indonesia.

Murphy Oil Company adalah perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi yang mempunyai aset lepas pantai (offshore) dan daratan (onshore) di AS, Kanada dan Malaysia.

PT Pertamina (Persero) mempunyai saham sebesar 30 persen untuk aset Murphy yang ada di Malaysia. Saat ini Murphy mempunyai cadangan terbukti sebesar 685 juta barel setara minyak (MMBOE), dan produksi sebesar 176 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Hadir dalam pertemuan tersebut CEO Murphy Roger Jenkins, Executive Vice President Murphy Gene Coleman dan Senior Busines Development Manager Murphy Exploration and Production Co Walt Hamilton.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya