Pelemahan Rupiah, BI: Faktor Domestik Tak Berkontribusi Banyak

Ainul Ghurri

Ainul Ghurri

Jakarta

14 Maret 2018 17:28 WIB
Bisnis | Rilis ID
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Doddy Zulverdi di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Nailin Insaroh
Rilis ID
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Doddy Zulverdi di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Nailin Insaroh

RILISID, Jakarta — Direktur Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Doddy Zulferdi mengatakan, pelemahan rupiah yang terjadi sejak awal Februari karena implikasi terhadap koreksi pasar keuangan global. Artinya, kontribusi domestik terhadap pelemahan rupiah kali ini minim atau hanya kondisi fundamental.

"Mayoritas penguatannya karena faktor global. Kami lihat penguatan rupiah dan mata uang lain terhadap dolar AS karena," katanya di Press Room BI Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Doddy menyebutkan, kondisi fundamental domestik bukan penyebab utama pelemahan rupiah. Menurutnya, salah satu pemicu melemahnya nilai tukar rupiah karena muncul beberapa data di Amerika yang membuat investor atau pelaku pasar keuangan merevisi kembali proyeksi mereka, terkait potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) atau Fed Fund Rate (FFR).

"Pasar keuangan AS melihat, The Fed tidak akan menaikan suku bunganya sampai tiga kali. Ada pernyataan pejabat The Fed yang dinilai hawkish," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, awal pekan ini nilai tukar rupiah mulai menunjukkan penguatan ke level Rp13.730 per dolar AS. "Kami berupaya supaya trend positif supaya bertahap dan bisa kembali ke level yang lebih aman," sambung Doddy.

Sebagai informasi, awal 2018 nilai tukar rupiah mengalami pelemahan secara bertahap, mulai dari level Rp13.500 per dolar AS hingga hampir menyentuh ke level Rp14.000 per dolar AS.

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya