Nilai Jual Komoditas Pertanian Mesuji Ambruk Disaat Harga-Harga di Pasar Naik
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Usai harga tiga komoditas pertanian ambruk, yakni sawit, karet dan singkong, harga kebutuhan bahan pokok di pasar Kabupaten Mesuji justru merangkak naik.
Di salah satu pasar terbesar di kabupaten yang berbatas dengan OKI, Sumsel itu yakni Pasar Simpangpematang, Minggu (19/11/2023), harga-harga bahan pokok mulai naik.
Salah satu komoditas jenis bumbu yakni cabai merah naik menjadi Rp90 ribu/kg. Dari sebelumnya Rp80 ribu/kg.
Kemudian gula putih yang juga tetap bertengger Rp18 ribu/kg. Dari sebelumnya Rp16 ribu/kg.
Sedangkan beras tetap bertahan di harga yang masih cukup tinggi. Khusus beras premium masih belum ada tanda akan turun yakni Rp14.500/kg.
Sementara, beras medium yang banyak dikonsumsi masyarakat setempat, harganya juga masih tetap di harga Rp13.400/kg.
Beras lokal yang merupakan hasil dari wilayah penghasil padi di Kecamatan Mesuji Timur, Rawajitu Utara dan Mesuji, di Pasar KTM masih dijual dengan harga Rp12 ribu/kg.
“Untuk beras, belum ada yang turun. Dari semua bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat itu cuma telur ayam boiler saja yang turun kembali ke harga normal yakni Rp28 ribu/kg,” ujar Mamik, pemilik toko kelontongan di pasar tersebut.
Ia menyebutkan harga telur ayam broiler sempat tembus Rp32 ribu/kg. Namun tidak berapa lama kembali normal.
sembako
mesuji
komoditas
telur
simpangpematang
pertanian
sawit
singkong
karet
turun
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
