Melorot Terus, Menkeu Paparkan Penyebab Depresiasi Rupiah

Elvi R

Elvi R

Jakarta

4 Oktober 2018 14:55 WIB
Bisnis | Rilis ID
Penukaran valuta asing. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Penukaran valuta asing. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (4/10/2018) bergerak melemah sebesar 75 poin menjadi Rp15.139 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.064 per Dolar AS.

"Dolar AS bergerak menguat terhadap beberapa mata uang kuat dunia, termasuk Rupiah sering data tenaga kerja di Amerika Serikat yang naik," kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta.

Ia mengemukakan penyerapan tenaga kerja di sektor swasta Amerika Serikat naik menjadi 230 ribu pekerja pada September, lebih tinggi dibandingkan Agustus yang sebanyak 168 ribu.

"Angka itu juga lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar 185 ribu. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari lalu," katanya.

Ia menambahkan, harga minyak mentah dunia yang kembali naik ke level US$76 per barel kemungkinan juga turut membebani pergerakan Rupiah.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dapat memengaruhi kinerja defisit neraca berjalan berpotensi meningkat.

"Sentimen eksternal memengaruhi kebijakan investasi pelaku pasar di dalam negeri, diharapkan ada kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah terkait dengan upaya menstabilkan nilai tukar rupiah sehingga tidak tertekan lebih dalam," katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, mayoritas pemicu depresiasi kurs Rupiah hingga lebih dari Rp15 ribu per Dolar AS karena banyak dipengaruhi faktor eksternal.

"Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar," kata Menkeu Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Ia mencontohkan pada Rabu (3/10), ada pengaruh sentimen dari Italia yang defisit APBN-nya cukup besar.  "Sekarang Itali komitmen menurunkan defisit APBN, lalu juga ada sentimen yang lain," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya