Kontribusi Perempuan, Sanggup Ubah Ekonomi Dunia

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

11 Maret 2018 17:17 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Internationan Financial Corporation bersama Bursa Saham seluruh dunia, mendorong sektor swasta untuk memacu partisipasi perempuan dalam ekonomi global dan mengedepankan pembangunan berkelanjutan.

"Dengan daya beli lebih dari US$18 triliun, perempuan memiliki kemampuan untuk mengubah ekonomi global," kata Country Manager IFC untuk Indonesia, Malaysia dan Timor-Leste Azam Khan dalam pernyataan resminya di Washington pekan lalu. "Kita harus mendorong pembangunan ekonomi melalui kesetaraan gender".

Sebuah penelitian menyatakan, di seluruh dunia pemanfaatan bakat perempuan sebagai sumber ekonomi dan bisnis masih sangat minim. Dengan melakukan terobosan kecil untuk menutup kesenjangan gender secara global, dinilai mampu berdampak kuat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut, ditunjukan adanya potensi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) global sebesar US$5,3 triliun selama tujuh tahun ke depan, sebagaimana dilaporkan World Economic Forum 2017. Bagi perusahaan, kesempatan untuk menambahkan lebih banyak perempuan pada jajaran dewan dan jajaran kepemimpinan senior merupakan kesempatan besar.

Selain itu, perusahaan perlu menerapkan kebijakan tempat kerja ramah gender, mengembangkan produk investasi berorientasi perempuan, memahami tujuan, kebijakan, dan praktik keragaman, serta meningkatkan jumlah wanita yang memegang jabatan dalam dewan dan posisi kepemimpinan senior.

IFC menyambut baik seruan bursa efek untuk mengadvokasi representasi gender yang setara pada dewan perusahaan dan manajemen senior. Dalam studi Catalyst dari A.S, Fortune 500 telah menemukan bahwa perusahaan dengan pekerja beragam gender lebih unggul dibandingkan perusahaan dengan pekerja khusus laki-laki, sebanyak 53 persen. Hal tersebut diukur dengan imbal hasil ekuitas. Peserta Ring the Bell mengakui pembuktian yang ada: terobosan perusahaan dengan melakukan pendobrakan dibidang kesetaraan gender adalah strategi bisnis yang cerdas.

"Sebagai pemimpin, pengusaha, karyawan dan konsumen, perempuan memiliki peran yang fundamental bagi model bisnis dalam menciptakan pertumbuhan inklusif untuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja, membangun pasar modal dan meningkatkan pendapatan per kapita serta mempromosikan pembangunan berkelanjutan," ungkap Vice President and Treasurer IFC Jingdong Hua.

Dukungan IFC untuk kesetaraan gender sebagai solusi bisnis cerdas, terwujud dalam kerjasamanya dengan perusahaan di negara-negara berkembang, denga tujuan menghasilkan peluang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam keuntungan mendasar sebuah perusahaan.

Lembaga juga memanfaatkan hubungannya dengan lebih dari seribu lembaga keuangan dan dana ekuitas swasta, untuk memperluas akses terhadap pembiayaan bagi wirausahawan perempuan. IFC juga mengedepankan praktik tata kelola perusahaan yang baik, seperti keragaman pada jajaran dewan direksi.

Selain itu, IFC memiliki 30 persen perwakilan wanita di jajaran dewan direksi di perusahaan penerima investasi, dan akan terus meningkatkan prosentase kesetaraan gender hingga mencapai angka 50 persen.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya