Komisi XI: Gubernur Baru BI Bisa Stabilkan Rupiah

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

16 Maret 2018 09:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharam, meminta Gubernur Bank Indonesia yang baru untuk fokus pada tugasnya mengelola stabilitas Rupiah.

Hal ini lah yang harus dilakukan Perry Warjiyo, jika lolos dari uji kelayakan dan kepatutan sebagai Gubernur BI, menggantikan Agus Martowadjojo.

“Saya sangat concern terhadap kinerja BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Kalau Rupiah masih melemah terus, artinya kinerja BI tidak memenuhi harapan Undang-Undang,” ujar Ecky di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Ecky membeberkan, hingga kini, nilai tukar Rupiah cenderung terdepresiasi. Nilainya pun turun dari tahun ke tahun. 

Setahun sebelum krisis keuangan global misalnya, nilai tukar Rupiah terhadap US$ sebesar Rp9.419. 

Saat krisis tersebut terjadi, Rupiah masih sekitar Rp10.950. 

Sepanjang 2010-2012, Rupiah rata-rata bergerak di bawah Rp9.500 per US$. 

Namun, sejak 2013-2017, Rupiah stabil tinggi pada level rata-rata di atas Rp13.000. 

"Dan hari ini mulai merangkak mendekati angka psikologis Rp14.000. Ini menunjukkan bagaimana kemampuan BI mengelola nilai tukar,” terang Ecky.

Ia menjelaskan, depresiasi rupiah mendatangkan banyak kerugian. Misalnya cicilan utang luar negeri semakin mahal. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya