Kampus Terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat PkM Pengembangan Web Dua Bahasa
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Perkembangan teknologi informasi sekarang ini sangatlah pesat, terutama dalam bidang teknologi internet.
Para pengguna internet saat ini melakukan pencarian ilmu pengetahuan maupun kebutuhan sehari-hari menggunakan internet. Fasilitas provider untuk mengakses internet pun semakin banyak.
Seperti yang diketahui pendidikan memang harus berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. Dengan semakin pesatnya penggunaan Internet sebagai pusat informasi sangatlah penting bagi instansi pendidikan menyediakan informasi-informasi terkait pendidikan di internet.
Eksistensi dari sebuah sekolah juga dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang mengerti atau berkecimpung di dalam teknologi dan mampu memanfaatkan perkembangan internet di era digital saat ini.
Penyedia informasi ini dapat dilakukan dalam bentuk website sekolah. Website sekolah adalah website yang khusus diperuntukkan untuk instansi sekolah.
Dengan adanya website di dalam sebuah sekolah akan membantu sekolah dalam berbagai hal yang berkaitan sebagai media dalam penyebaran informasi mengenai sekolah mulai dari pendaftaran siswa baru hingga prestasi-prestasi yang diraih siswa-siswinya.
Keberadaan website ini juga dapat digunakan sebagai peningkatan citra atau integritas dari pihak sekolah atau organisasi dan akan sangat berpengaruh jika website dikelola dan dikembangkan dengan baik.
Akan tetapi masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki website sekolah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya ialah minimnya pemahaman pihak sekolah untuk membangun atau mengelola website sekolah. Seperti yang terjadi di SMA Muhammadiyah Gadingrejo.
Atas dasar itulah, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan judul pembuatan website dua bahasa di SMA Muhammadiyah Gadingrejo pada Sabtu (17/10/2020).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
