JNE Dukung Akselerasi UMKM Lampung Lewat Kolaborasi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Meski tidak bertatap muka, kami jadi kerap melangsungkan kolaborasi dengan pengusaha UMKM lainnya," sambungnya.
Berbagai inovasi digarap Askha sebagai buah dari tukar pikiran dengan pegiat UMKM di Lampung.
Kreativitas Askha terus ditonjolkan di era pandemi, mampu mengadaptasi tren yang ada jadi satu hal yang bisa dipetik darinya. Misalnya, berinovasi menghasilkan produk keripik pisang rasa ayam geprek dan salted egg di saat kedua makanan tersebut sedang digandrungi masyarakat.
Ide-ide tersebut menjadi diferensiasi dan daya tarik Askha Jaya Keripik dibanding kompetitornya.
Selain daya tarik pada produk, Askha juga tekun memasarkan di kanal digital seperti e-Commerce dan memanfaatkan reseller serta distributor untuk memperluas brand awareness produknya di media sosial.
Lain hal dengan Sheyla Taradia Habib, Owner Beeme Official yang penjualannya justru melejit di masa pandemi.
“Di era pandemi perawatan kulit peminatnya meningkat karena masyarakat di rumah semakin sadar untuk mempercantik kulit. Dengan besarnya keinginan konsumen untuk menambah penghasilan, angka reseller terus meningkat yang berdampak pada angka penjualan," tambahnya.
Sheyla pun sepakat dengan pernyataan Askha mengenai diferensiasi.
“Diferensiasi produk kita yaitu perawatan kulit untuk ibu dan anak yang semua bahannya merupakan turunan lebah. Kalau kompetitor memiliki produk khusus untuk Ibu dan khusus anak, produk kami bisa digunakan oleh baik ibu dan anak," imbuhnya.
Askha menyampaikan JNE sangat membantu UMKM dengan adanya kolaborasi bersama dan dengan adanya layanan JNE Roket.
JNE Dukung Akselerasi UMKM Lampung Lewat Kolaborasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
