Ingin Kembalikan Kejayaan Maritim, Pemerintah Keluarkan Rp1,3 T per Tahun

Ainul Ghurri

Ainul Ghurri

Jakarta

19 Maret 2018 22:01 WIB
Bisnis | Rilis ID
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar. Foto:RILIS.ID/Ainul Ghurri
Rilis ID
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar. Foto:RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILISID, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan, menyebutkan potensi kemaritiman Indonesia sangat besar namun belum di kelola secara maksimal.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang fokus untuk mengembalikan kejayaan Maritim Indonesia. Guna melakukan berbagai kegiatan pembangunan di bidang kemaritiman, pemerintah telah mengeluarkan anggaran mencapai Rp1,3 triliun per tahunnya sejak 2014 silam. 

"Pembangunan kemaritiman ini sebenarnya tidak berhenti, tapi memang ada masalah. Sampai Presiden Jokowi masuk di pemerintahan 2014, kita sesuaikan visi misinya. Anggarannya Rp1,3 triliun per tahun," kata Luhut di Gedung BPK RI, Jakarta, Senin (19/3/2018). 

Dia menjelaskan, Indonesia adalah bangsa bahari, yang dikenal sangat gandrung dalam mengarungi samudera. Pasalnya, potensi terbesar sumber daya bangsa Indonesia disumbang dari sektor kelautan.

"Sebagian dan termasuk saya pikir Indonesia ini daratan. Padahal 90 persen kelautan. Kita susun pembangunan kemartiman itu, sehinggga Indonesia menjadi poros maritim dunia untuk mengarungi dua samudera sebagai bangsa yang bahari," jelasnya. 

Mantan Menko Polhukam itu mengklaim, pemerintah sudah berupaya keras untuk membentuk poros maritim dunia. Melalui berbagai program, salah satunya membangun tol laut. Dengan begitu, ia berharap, kedaulatan negara di laut bisa didengungkan lagi. 

Namun, kata Luhut, program poros maritim ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, pembangunan harus bertahap dan berproses. Sebab, menurutnya, pembangunan yang dimaksud perlu waktu yang panjang.

"Capaian kebijakan kita maju. Tapi ada masalah pasti ada masalah. Infrastruktur kita buat, sekarang cost kita lebih murah. Buat harga jangan terlalu banyak selisihnya. Gap harga sekarang sudah bisa kita kurangi," tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya