Indonesia Siapkan Kerja Sama Riset untuk Pacu Produk Hortikultura dengan Arab Emirate

Elvi R

Elvi R

Jakarta

16 Desember 2019 08:22 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Indonesia pada kesempatan Minggu (15/12) melaksanakan pertemuan di Yas Holding di Abu Dhabi. Pada kesempatan bilateral ini Dr. Hardiyanto menyampaikan bahwa Badan Litbang Pertanian telah membuka peluang bagi kerja sama swasta asing dalam rangka komersialisasi sejak 10 tahun yang lalu.

"Keterbukaan ini dimungkinkan utamanya karena kedua negara Persatuan Arab Emirate dan Indonesia merupakan negara yang telah sama-sama meratifikasi traktat internasional baik ITPGRFA (International Treaty on Plant Genetic Resources on Agriculture) ataupun Convention on Bio Diversity (CBD),"  jelasnya lagi.

Elite Agro, LLC merupakan perusahaan Divisi Pangan dan Pertanian dari Yas Holding, LLC selain juga Divisi Komersial yang juga memiliki Sekolah dan juga Hospility.

"Elite Agro berminat untuk dapat membangun infrastruktur green house dan juga packaging house untuk dihibahkan kepada Indonesia untuk dapat meningkatkan capacity building penelitinya selain juga transfer technology dengan mendatangkan tenaga ahlinya khususnya untuk tanaman hortikultura,"Hardiyanto usai menemui COO Elite Agro di kantor Yas Holding.

Dr. Haris Syahbuddin, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan saat sesi presentasi juga mengatakan, aneka hasil inovasi yang telah dihasilkan seperti yang saat ini Indonesia masih butuhkan seperti jagung, kedelai dan juga peternakan.

Chief Operational Officer, Elite Agro, LLC Mr. Emil Michel Moukarzel mengungkapkan bahwa saat ini Elite Agro mempunyai lahan di Maroko, Serbia dan saat ini yang sedang dijajaki yaitu di Indonesia. Ia melihat bahwa apa yang belum dimiliki di Balitsa dan jelas dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas penelitian hortikulturanya. Elite Agro menambahkan, yang dilakukan di Lembang atau Balitsa nanti akan menjadi titik awal kerja sama dan pengembangan berbagai teknologi Balitbangtan. Produk tanaman pangan ingin mereka kembangkan ke beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika seperti jagung, kedelai, ubi jalar, dll.

"Lahan di Lembang diungkap Emil dapat dikembangkan menjadi tropical green house," ungkapnya optimis.

Kerja sama sebagaimana diinginkan oleh Elite Agro dari pihak Business to Government, perlu disiapkan feasibility study-nya, mengingat lahan yang direncanakan akan dikerjasamakan merupakan barang milik negara maka perlu disiapkan FS atas kerjasama dimaksud untuk dapat dikaji dan kemudian diusulkan kepada Menteri Keuangan cq Ditjen Kekayaan Negara selaku pengelola BMN. Dalam kesempatan terpisah Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufry mengingatkan bahwa apa yang dilakukan untuk persiapan ini selain perlu disusun feasibility study maka perlu juga dilakukan identifikasi kontribusi masing-masing pihak termasuk lost and opportunity masing-masing.

Sebelum menutup Dr. Hardiyanto menyampaikan buku 600 Teknologi untuk dapat membuka peluang lain kerja sama lisensi dengan Elite Agro, LLC. Dimana Emil mengungkapkan bahwa Elite Agro juga melalukan komersialisasi atas varietas ubi jalar dari Australia dan memasarkannya secara global.

Pertemuan konstruktif dilanjutkan sore hari dengan Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dengan Tim Elite Agro dan disebutkan bahwa apa yang akan dilaksanakan di sektor pertanian dapat dimulai dari Jawa Barat, termasuk untuk Kalimantan Tengah. Emil menyampaikan bahwa untuk di Kalimantan akan menjadi fokus tanaman buah tropis seperti rambutan, pisang, buah naga, pepaya dan sayuran untuk pasar ekspor. Sedangkan untuk di Jawa Barat yang dataran tinggi akan menjadi pertanaman blue berry, strawberry, blackberry dan raspberry dimana harga jual saat ini per kg di pasar global sudah sekitar 20-50 USD per kilogram, sementara biaya produksinya hanya 10-15 USD per kilogram.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya