Digelar Bulan Depan, Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah The Meeting of Minds Forum

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

26 November 2019 17:06 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

Dampaknya, lanjut dia, 19,4 juta penduduk tidak mencapai kebutuhan pangan mereka. Keuangan sosial Islam yang menganjurkan ekonomi bersama dan mendorong redistribusi mampu memainkan peran penting dalam membantu meraih tujuan pengembangan oleh Bank Dunia untuk mengakhiri kemiskinan global pada 2030.

Kemudian institusi dan instrumen dari keuangan sosial Islam berakar dari redistribusi dan kedermawanan, yang meliputi qard al hasan, zakat, dan sedekah, mampu memenuhi kepentingan dasar dari kaum miskin dan membentuk keamanan sosial.

Tak hanya itu, instrumen dari wakaf (sumbangan Islam atau kredit) ideal untuk pembentukan dan pemeliharaan aset yang akan menjamin alur pendapatan untuk mendukung penyediaan pendidikan, kesehatan, dan upaya sosial lainnya.

The Meeting of Minds Forum berupaya untuk meraih masa depan yang makmur dan berkelanjutan. Forum ini juga berharap untuk dapat memberikan kontribusi bagi generasi selanjutnya dalam menyelesaikan masalah-masalah utama di dunia berdasarkan Survei Global Shaper oleh Forum Ekonomi Dunia. 

Di antaranya yakni perubahan iklim/kerusakan alam (48,8 persen), Ketidaksetaraan (pendapatan, diskriminasi 30,8 persen), Kemiskinan (29,2 persen), ketahanan pangan dan air (18,2 persen), pendidikan yang kurang (15,9 persen), keamanan/kesejahteraan (14,1 persen), serta minimnya kesempatan ekonomi dan lapangan kerja (12,1 persen).

“The Meeting of Minds Forum sangat diperlukan. Dengan wawasan, keahlian, dan kerja sama antara kami dan generasi berikutnya, kita mampu merancang roadmap untuk meraih masa depan yang makmur dan berkelanjutan. Kami telah menyadari kebutuhan tiga tahun yang lalu sejak kami membangun kerja sama dengan 50 Heritage Future Leaders yang juga merupakan bagian dari komite Forum MeMinds," ujarnya. 

Salina menuturkan, Amanda Susanti, pendiri Sayurbox, e-commerce yang menyediakan buah-buahan dan sayuran segar langsung dari para petani, telah menyelesaikan masalah perdagangan yang adil. Namun demikian, populasi di dunia yang mungkin akan bertumbuh hingga Rp9,7 miliar pada 2050 akan mendorong permintaan yang lebih tinggi untuk kesediaan pangan. 

"Dan di sisi lain, perubahan iklim juga akan mempengaruhi produksi pangan. Kami melihat perlunya memanfaatkan sains pada biologi baru dan bioteknologi, sekaligus kebijakan berkelanjutan untuk hutan, agrikultur, dan ketahanan pangan. Semua ini adalah isu-isu global yang dihadapi oleh seluruh negara.” tutur Salina. 

Heritage Future Leaders Committee terdiri dari figur-figur muda berpengaruh dari Mesir, Singapura, Malaysia, dan Indonesia yang akan meneruskan warisan dari The Meeting of Minds Forum 2019 dan bertujuan sebagai jembatan antara wilayah ASEAN dan MENA.

The Meeting of Minds akan berlangsung selama dua hari berturut-turut, pada 11-12 Desember 2019 dan dihadiri oleh 3 ribu peserta. Forum ini tidak hanya akan menghadirkan diskusi panel, namun juga program yang mendorong kerja sama dan wirausaha seperti business matching dan diskusi meja bundar, MeMinds startup Pitching Competition, dan sesi Linking.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya