CEO ACIAR Dr Andrew Campbell Apresiasi Kerja Sama Jangka Panjang dengan Balitbangtan
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Bertempat di Kantor Pusat Badan Litbang Pertanian, Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menerima kunjungan CEO ACIAR Dr. Andrew Campbell bersama Kepala Puslitban Tanaman Pangan Dr. Harris Syahbuddin, Kepala Puslitbang Peternakan Dr. Atien Priyanti, Sekretaris Badan Dr. Prama Yufdy, Kepala Puslitbang Perkebunan diwakilkan oleh Dr. Jelfina C. Allouw dan Kepala BBSDLP diwakilkan oleh Dr. Asmarhamsyah.
Membuka perbincangannya Dr. Fadjry menegaskan bahwa kerja sama dengan ACIAR telah dilaksanakan sejak 35 tahun yang lalu. Ruang lingkup kerja sama ini saat ini terkonsetrasi di sektor peternakan dan hortikultura. Kepala Balitbangtan mengatakan peran ACIAR masih dimungkinkan pada komoditas yang lain.
"Seperti halnya tanaman sayuran, seperti kentang atau juga di sektor perkebunan pada komoditas kelapa dan juga kopi serta lada," ungkapnya.
Dr. Campbell menanggapi akan usulan terkait kelapa menjelaskan bahwa saat ini Negara-negara Pasifik saat ini sedang berupaya mempertahankan plasma nutfah kelapa yang saat ini sedang mengalami kepunahan. Negara-negara seperti Indonesia, Philipina, Fiji, Vanuatu dan Papua New Guenea adalah yang berpotensi atas plasma nutfah kelapa yang beragam.
Dr. Jelfina menambahkan, Indonesia saat ini sedang menggagas penelitian dengan University of Queensland tentang micro-propagasi untuk kelapa melalui kultur jaringan. Hal lain juga ditambahkan oleh Prama Yufdy bahwa Pemda Sulawesi Utara saat ini sudah berkomitmen untuk 200 hektare lahannya akan diperuntukkan sebagai bank-gen kelapa.
Kerja sama ACIAR di bidang peternakan menurut Campbell sampai saat ini merupakan yang terbaik dalam pengelolaannya. Atien menambahkan bahwa Crop Cow dan Palm cow masih tetap berjalan sampai dengan 2023 dan kegiatan ini juga dilaksanakan di beberapa Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimatan Selatan, NTB, NTT, Jawa Timur, dan Yogyakarta.
Sementara itu , Dr. Harris menyampaikan bahwa untuk bidang tanaman pangan peran ACIAR terkait dengan penyakit pada tanaman singkong juga diperlukan dan saat ini kerja sama dengan BPTP Sumut dan NTB dilaksanakan terkait topik tersebut.
Hal lain diungkap Dr. Campbell, sampai saat ini program yang ditawarkan ACIAR tidak saja terkait dengan penelitian namun juga peningkatan kapasitas sumberdaya manusia. Training bergelar untuk Ph.D walau saat ini berkurang tapi tetap ada melalui John Dillon Fellowship, termasuk untuk short course training bagi petani juga bisa dilakukan melalui beberapa mekanisme John Allwright Fellowship ataupun mekanisme fellowship lainnya.
ACIAR juga menyampaikan bahwa di bulan Maret 2020 akan dilaksanakan Policy Advisory Councill Meeting dan akan dilaksanakan di Indonesia. ACIAR akan bermitra dalam melaksanakan kegiatan ini termasuk dengan Badan Litbang Pertanian, ungkapnya menutup pertemuannya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
