Bupati Pesawaran Siapkan Industri Pengolahan King Kobia
Darmansyah Kiki
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendukung pengembangan varietas ikan baru dengan nama King Kobia (Rachycentron canadum) di Desa Durian, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Sejak diluncurkan awal November lalu, produksi Ikan Kobia semakin menjanjikan untuk kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan). Setidaknya sudah 32 ribu ekor benih King Kobia didistribusikan kepada Pokdakan.
Panennya diprediksi mencapai 25.600 ekor dengan ukuran panen 3 kilogram per ekor. Sehingga, diperoleh hasil panen sebanyak 76.800 kilogram atau 76,8 ton.
Pada tahun ini, 40 ribu ekor benih King Kobia kembali didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sudah terbuka lebar.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengungkapkan budidaya ikan King Kobia sudah mendunia. Ia optimistis ikan laut ini dapat diterima pasar global, seperti Amerika Serikat, Eropa, China, dan Jepang.
“Selain rasanya gurih, juga dapat dimasak dengan berbagai olahan. Namun, semua pihak harus bekerjasama untuk memasarkan ikan King Kobia ini,” katanya saat Panen Perdana sekaligus Temu Lapang dan Sosialisasi Kawasan King Kobia di Desa Durian, Kamis (20/2/2020).
Dalam kesempatan itu, diserahkan bantuan berupa benih ikan King Kobia, Bawal Bintang dan Kakap Putih sebanyak 45.000 ekor. Juga bantuan pakan ikan laut dan ikan tawar 4 ton senilai Rp150 juta.
Ditunjuknya Desa Durian sebagai kawasan King Kobia membuktikan dukungan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona terhadap program tersebut bukan isapan jempol semata.
Dendi pun mengungkapkan kebanggannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, realisasi pengembangan ikan King Kobia semakin memotivasi Pemkab Pesawaran untuk meningkatkan budidaya komoditas unggulan itu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
