Berkat Alsintan, Petani Jember 4 Kali Tanam dalam Setahun

Default Avatar

Anonymous

Jember

23 Mei 2018 13:03 WIB
Bisnis | Rilis ID
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (caping), berbincang dengan petani saat meninjau lokasi optimalisasi pemanfaatan alsintan di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Jember, Jawa Timur, Rabu (23/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik
Rilis ID
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (caping), berbincang dengan petani saat meninjau lokasi optimalisasi pemanfaatan alsintan di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Jember, Jawa Timur, Rabu (23/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILISID, Jember — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menambah bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor untuk Jember, Jawa Timur. Hal itu didorong kepuasannya terhadap indeks pertanaman (IP) di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, tinggi.

Mulanya, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tegal Makmur, Husen, menyatakan, dirinya bisa tanam padi hingga empat kali dalam setahun (IP-4). IP melonjak karena adanya bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Ah, yang benar?" tanya Menteri Amran sela meninjau lokasi optimalisasi pemanfaatan alsintan di Desa Mayang.

"Benar Pak. Kalau enggak percaya, tanya yang dibelakang," balas Husen sembari menunjuk rekan-rekannya yang duduk di belakangnya. "Benar," jawab spontan petani yang lain.

"Aku tambah satu traktor di sini, kabupaten lima traktor," ucap Menteri Amran. Hadirin pun memberikan tepuk tangan.

Kepada Husen, pembantu Presiden asal Bone itu menyarankan, agar kreatif dalam memanfaatkan lahannya. Misalnya, sekitar dua meter persegi dari luas lahannya menjadi tempat budi daya lele. Dua atau tiga meter persegi lainnya, dipakai untuk ternak belut.

"Hasilnya, sebagian dijual, sebagian diambil," jelasnya. "Jadi, jangan mengeluh, deh. Pasti bisa kaya," imbuh dia meyakinkan.

Menteri Amran menyarankan demikian, lantaran Husen sempat mengeluhkan penghasilannya, meski IP-4. Alasannya, luas lahan yang dikelolanya cuma 0,3 hektare.

Di sisi lain, peraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin ini menerangkan berbagai faedah implementasi alsintan. Di antaranya, menekan ongkos produksi hingga 40 persen, proses penanaman sampai panen lebih cepat, dan produktivitas tinggi.

Lalu, penyusutan (losses) sekira 10 persen bisa dihindari dan meningkatkan IP. Dengan begitu, menurut kalkulasinya, pendapatan petani meningkat tiga lipat. "Petani sejahtera, anak muda ingin bertani kembali," ucapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya