Bappenas Sebut Pertumbuhan Sektor Pertanian Naik, Ini Sebabnya...
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta
— Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana menilai sektor pertanian mengalami pertumbuhan kenaikan tinggi di antara lainnya yaitu 3,7 persen.
Ia menjelaskan bidang yang secara positif berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia adalah sektor pertanian
“Indonesia masih tergantung terhadap komoditas sehingga pertanian menjadi faktor penting dalam perekonomian Indonesia. Pertanian mengalami kenaikan 3,7 persen pertumbuhan ekonomi. Pertanian dibutuhkan untuk dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Eka di lansir dari Antara di Jakarta, Selasa (1/10/2019).
1. Terobosan Kebijakan Kementerian Pertanian Dinilai Efektif
Berbagai terobosan kebijakan dalam pengelolaan anggaran belanja yang dilakukan Kementerian Pertanian dinilai sangat signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini diperoleh dari hasil kajian Direktorat Keuangan Negara dan Analitis Moneter, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang merilis kajian terkait “dampak belanja barang Produktif Kementerian/Lembaga terhadap pertumbuhan daerah”.
Dalam risalah kajian itu diuraikan secara tegas bahwa belanja Kementerian/Lembaga (K/L) memiliki peran yang sangat strategis dalam memacu dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
2. Anggaran Belanja Kementan Produktif dan Berkontribusi pada PDRB
Terobosan kebijakan pengelolaan anggaran belanja yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian terbukti produktif, karena mampu berkontribusi sebesar 0,33 persen pada produk domestik regional bruto (PDRB) dalam setiap 1 persen pembelanjaan alat pertanian.
Sedangkan untuk sektor perikanan sebagai pembanding, setiap pembelanjaan alat perikanan 1 persen hanya berkontribusi pada 0,13 persen pada PDRB. Rasio efektifitas belanja sektor pertanian dibandingkan dengan sektor perikanan mencapai 254 persen.
3. Persepsi Petani Positif
Sementara itu, Kunto Adi Wibowo, selaku Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI mengatakan bahwa, efektifitas belanja negara di sektor pertanian terepresentasi dari persepsi positif para petani terhadap kondisi ekonomi saat ini dan program-program pemerintah.
4. Belanja Rumah Tangga Usaha Pertanian Naik
Direktur Neraca Produksi Badan Pusat Statistik, Setianto dalam diskusi publik yang sama melengkapi dengan penjelasan bahwa rumah tangga usaha pertanian Indonesia naik 5,92 persen di 2018 dibandingkan dengan angka 2013.
Nilai tukar petani meningkat 0,58 persen pada Agustus 2019. Setianto menjelaskan pertanian secara keseluruhan, mengalami pertumbuhan secara positif. Pertanian menyumbang 0,7 persen dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05 persen di triwulan kedua 2019.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
