BPTP Sosialisasikan Teknologi Speklok Banten

Elvi R

Elvi R

Jakarta

16 November 2019 09:30 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Dalam rangka sosialisasi Teknologi Spesifik Lokasi (Speklok) kepada stakeholder, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten selenggarakan Seminar (13/11/3019) dengan tema " Peran Teknologi Spesifik Lokasi Mendukung Pertanian 4.0 Dalam Rangka Akselerasi Pembangunan Pertanian Provinsi Banten". 

Seminar diikuti oleh 130 orang peserta yang terdiri dari instansi lingkup pertanian se Provinsi Banten, instansi terkait lainnya seperti Bappeda dan Bank Indonesia, KTNA se Provinsi Banten, dan perwakilan Koordinator Penyuluh se Provinsi Banten, serta peneliti, penyuluh dan teknisi BPTP Banten.

Seminar diawali dengan sambutan dari Kepala BPTP Banten, Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP yang menguraikan tentang Kesiapan Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi yang telah dihasilkan BPTP Banten, capaian kegiatan BPTP Banten terkait pelestarian Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal Banten, dan pentingnya pembentukan Komisi Daerah (Komda) SDG Banten.

"Komda akan bertugas mengelola plasma nuthfah Banten sebagai upaya penyelamatan dan pelestarian SDG lokal" jelas Isma.

Seminar menghadirkan pembicara Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Ir. Agus M Tauchid, MSi yang mensosialisasikan Kebijakan Pembangunan Pertanian Provinsi Banten. Dalam paparannya, Agus menyampaikan Program Pembangunan Pertanian 2018-2022 yang tersusun dalam Perencanaan Strategis Provinsi Banten. 

Terkait pertanian 4.0, Agus menjelaskan tentang pentingnya Smart Farming Concept, yaitu konsep pertanian maju yang memiliki pengelolaan data secara terintegrasi, pemanfaatan alat dan mesin yang smart, pemanfaatan drone, dll.

"Tantangan Industri 4.0 di sektor pertanian salah satunya adalah bagaimana strategi kita mengelola data, informasi dan pengetahuan pertanian, untuk itu diperlukan adanya Smart Farming Concept" ucap Agus. 

Sesi selanjutnya, penyampaian materi dilakukan secara panel yang dimoderatori oleh Kepala Seksi Kerja Sama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Banten, ST. Rukmini, SP, M.Si. Kesempatan pertama diberikan kepada Dr. Andy Saryoko, Peneliti BPTP Banten yang menyampaikan materi Teknologi Spesifik Lokasi: Budidaya Padi Jajar Legowo (Jarwo) Super dan Larikan Gogo (Largo) Super.

"Keduanya mirip hanya saja, Jarwo diterapkan untuk padi lahan sawah dan Largo untuk padi gogo di lahan kering" ucap Andy. 

Komponen teknologi Jarwo Super adalah penggunaan varietas unggul dan benih bermutu, aplikasi pupuk hayati (Agrimeth), pengaturan populasi optimum (legowo), penggunaan bibit muda (kurang dari 21 Hari Setelah Semai), jumlah bibit 1-3 per rumpun, pemupukan dilakukan berdasar status hara dan kebutuhan tanaman, pengendalian hama terpadu, dan panen tepat waktu dengan alat panen (paddy reaper, mover, thresher, combine harvester). 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya