BPTP Sosialisasikan Teknologi Speklok Banten
Elvi R
Jakarta
Paket Teknologi Largo Super berupa: olah tanah sempurna, penggunaan amelioran (pupuk kandanv/kapur) dan aplikasi Bio-dekomposer (Agrodeko), penggunaan benih bermutu dan varietas unggul (Inpago 8, 9, 10, dll), penggunaan pupuk hayati (Agrimeth), legowo 2:1 dengan Tabela, pemupukan berdasarkan status hara tanah, dan pengendalian hama terpadu.
Aplikasi kedua teknologi tersebut telah menunjukkan peningkatan signifikan terhadap produksi padi seperti yang terjadi di Kec. Cibadak Kab. Lebak baru-baru ini. Dengan penerapan teknologi Jarwo Super, di lokasi tersebut, produksi meningkat dari 6-7 ton per hektare menjadi 8-9 ton per hektare GKP.
Materi Pertanian 4.0 disampaikan oleh Dr. Muharfiza, peneliti BPTP Banten. Muharfiza menguraikan tentang berbagai teknologi pertanian 4.0 yang telah dimiliki oleh Kementan seperti penggunaan Aplikasi Kalender Tanam Terpadu, UPJA Smart Mobile, MyAgri, Takesi, Otomasi Industri Pertanian, dan pemanfaatan I-Tani.
"Perkembangan dunia Teknologi Informasi yang pesat, mendorong perlunya peningkatan SDM, infrastruktur dan sosialisasi yang menyeluruh" terang Muharfiza sebelum menutup paparannya.
Keseluruhan rangkaian acara diikuti dengan antusias oleh peserta. Sesi Diskusi berlangsung cukup interaktif. KTNA dari Kab. Serang, Subagio menyampaikan apresiasi terhadap acara ini. Bahkan salah satu KTNA mengharapkan agar dalam setiap kegiatan semacam ini mereka selalu diundang karena akan memberikan masukan berharga bagi para petani.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
