Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Terima Special Awards BISRA 2024
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Selain itu, Pemkot Bandar Lampung sangat memperhatikan pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas SDM melalui sektor Pendidikan.
Di antaranya, beasiswa untuk kalangan siswa, dan mahasiswa, selain untuk para ASN yang ingin meningkatkan kapasitas pribadi dengan mengikuti pendidikan jenjang S1, sampai S2, baik perguruan tinggi negeri, maupun swasta.
Lalu untuk kelompok masyarakat lainnya, seperti RT ada insentif per bulan dengan besaran Rp1.750.000, Babinsa, dan Babinkamtibmas Rp2 juta. Lalu, tenaga pendidik mendapat seragam dua stel plus sepatu.
“Bagi keluarga kurang mampu yang mengalami kedukaan, karena anggota keluarganya meninggal dunia, ada bantuan uang duka Rp1 juta-Rp2 juta, ditambah air mineral kemasan 10 dus,” kata Eva Dwiana.
Untuk melengkapi semua programnya, Bunda Eva juga telah meluncurkan serangkaian program kesehatan yang bertujuan mengubah paradigma kesehatan masyarakat.
Yaitu, fokus pada pencegahan, aksesibilitas, dan kualitas layanan, dengan program-program inovatif yang berhasil menciptakan transformasi positif dalam sistem kesehatan kotanya.
Perempuan pertama Walikota Bandar Lampung ini, telah menjalankan berbagai program unggulannya. Sebutlah misalnya, program berobat dan melahirkan gratis.
Hanya bermodalkan KTP semua warga Bandar Lampung bisa berobat, dan menjalani rawat inap sampai 5 hari pada 14 rumah sakit pemerintah, atau swasta dan seluruh Puskesmas di daerah itu.
Sementara perwakilan Bisnis Indonesia menyatakan penghargaan diberikan kepada korporasi, maupun lembaga pemerintah/non pemerintah, yang berkontribusi signifikan terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan mencakup aspek People, Planet and Prosperity.
Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan tahunan yakni Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) yang pada tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat kalinya. (*)
Social Responsibility Awards
penghargaan eva dwiana
Pemkot Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
