Youth Dialogue Unila: Ken Setiawan Ungkap Cara Kelompok Radikal Menjerat Anak Muda
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Remaja Rentan Terpapar Radikalisme Digital
Dalam sesi tanya jawab, Ken juga menyoroti fenomena penyebaran ideologi ekstrem melalui ruang digital yang mulai menyasar kalangan remaja.
Ia mengungkapkan bahwa secara nasional terdapat lebih dari seratus remaja yang terdeteksi terpapar paham ekstrem, termasuk jaringan yang terhubung dengan komunitas white supremacy. Puluhan di antaranya saat ini masih dalam proses pembinaan, dan beberapa kasus juga ditemukan di Lampung.
“Ada anak-anak yang bahkan sudah memotret kantor polisi dan tentara untuk rencana aksi. Mereka berkomunikasi lewat gim daring dan forum ilegal yang membahas cara membuat bom,” ungkapnya.
Ken menilai sebagian remaja yang terpapar sebenarnya memiliki kemampuan intelektual yang baik. Namun, banyak di antaranya berasal dari lingkungan sosial yang rentan, seperti mengalami perundungan atau masalah keluarga.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pencegahan radikalisme tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga perlu diimbangi dengan penguatan nilai kemanusiaan serta pemahaman keagamaan yang inklusif.
“Esensi beragama bukan siapa yang paling keras berteriak, tetapi bagaimana kita menghadirkan Tuhan dalam realitas kehidupan,” tutup Ken. (*)
Terorisme
Ken Setiawan
BNPT
FK PT Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
