Pringsewu Waspada Campak, Diskes Ungkap Bahaya hingga Puluhan Kasus Terdeteksi
Yuda Haryono
Pringsewu
Rahmadi juga menegaskan bahwa imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah campak.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan penderita, serta menggunakan masker saat sakit.
“Imunisasi sangat penting karena dapat memberikan kekebalan jangka panjang, mencegah wabah, dan melindungi kelompok rentan melalui herd immunity,” tambahnya.
Di Indonesia, campak imunisasi diberikan pada usia 9 bulan (vaksin MR pertama), kemudian dilanjutkan booster pada usia 18 bulan dan saat usia sekolah dasar.
Untuk penanganannya, campak memang tidak memiliki obat khusus untuk membunuh virusnya.
Namun, penderita dapat menjalani perawatan dengan istirahat yang cukup, banyak minum, konsumsi makanan bergizi, pemberian obat penurun demam, serta vitamin A sesuai anjuran tenaga kesehatan. Umumnya, tubuh dapat pulih dalam waktu 2-3 minggu.
Masyarakat diimbau segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi yang tidak turun, sesak napas, kejang, lemas berat, tidak mau makan atau minum, serta diare berat atau dehidrasi.
Diskes Pringsewu juga mencatat hingga saat ini terdapat 45 kasus campak yang tidak terduga.
Dari jumlah tersebut, 16 kasus telah diperiksa di laboratorium dengan hasil 11 kasus campak positif dan 5 kasus campak rubella negatif.
Sementara itu, 29 kasus lainnya masih dalam proses pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Jakarta.
Pringsewu
Campak Mudah Menular
Dinkes Pringsewu Imbau
Segera Imunisasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
