Pringsewu Waspada Campak, Diskes Ungkap Bahaya hingga Puluhan Kasus Terdeteksi
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pringsewu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak yang masih menjadi ancaman, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pringsewu Rahmadi menjelaskan, campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus.
Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, dan orang dewasa yang belum memiliki kekebalan juga berisiko menular.
“Penyebab utamanya adalah virus campak yang menyebar melalui saluran pernafasan dan sangat mudah menular,” ujar Rahmadi, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya campak dapat menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, kontak langsung dengan cairan hidung atau tenggorokan penderita, serta menghirup udara yang telah terkontaminasi virus.
Terlebih lagi, virus ini dapat bertahan di udara atau permukaan benda selama beberapa waktu, sehingga meningkatkan risiko penyebaran.
"Kelompok yang berisiko tinggi antara lain anak-anak yang belum diimunisasi, bayi di bawah usia vaksinasi, orang dengan sistem imun lemah, ibu hamil, serta individu yang belum pernah terkena campak atau belum mendapatkan vaksin, " ujarnya
Lebih lanjut Rahmadi mengatakan gejala campak biasanya muncul secara bertahap setelah masa inkubasi sekitar 7-14 hari.
Gejala tersebut meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), munculnya bercak putih kecil di dalam mulut (Koplik), hingga ruam merah yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
"Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi telinga, diare berat, pneumonia, radang otak (Ensefalitis), bahkan kematian, terutama pada anak kecil atau penderita gizi buruk, " kata Rahmadi
Pringsewu
Campak Mudah Menular
Dinkes Pringsewu Imbau
Segera Imunisasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
