UIN RIL Bersama TSU Rusia Tindak Lanjuti Program Kolaborasi
Fi fita
Bandar Lampung
“Kami yakin, kolaborasi dengan TSU Rusia akan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya di bidang akademik, tapi juga bagi masyarakat,” katanya.
Rektor juga menyinggung hasil pertemuan bersama Prof. Rykun dan Prof. Sahiron di Kementerian Agama sehari sebelumnya.
Menurutnya, pihak Kemenag sangat mendukung penguatan hubungan antara universitas, bukan hanya antara UIN RIL dan TSU, tetapi juga antara TSU dengan PTKI lainnya di Indonesia.
Sementara itu, Prof. Artyom Rykun menyampaikan rasa senang bisa kembali menjejakkan kaki di kampus hijau UIN RIL.
“Ini adalah kunjungan ketiga saya ke sini. Kami datang untuk menindaklanjuti kesepakatan riset bersama, khususnya terkait riset halal dan biocide,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penelitian bersama ini berfokus pada dua bidang utama, yaitu riset terkait standar halal dan analisis pascaproduksi terhadap produk-produk seperti makanan, kosmetik, hingga bahan industri seperti kulit dan sepatu.
Selain itu juga riset pengembangan cat biosidal yang dikembangkan TSU bersama mitra industri di Rusia dan kini akan diuji di lingkungan tropis Indonesia, termasuk untuk sektor medis seperti Rumah Sakit.
Dalam kesempatan itu, Prof. Rykun juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan UIN RIL atas dukungan serta kerja sama yang terus berjalan baik.
Ia berharap seluruh program riset yang disusun dapat berjalan lancar sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, para dekan, kepala bagian, kepala subbagian, tim biocide dan tim halal UIN RIL, Kepala Pusat Kajian Layanan Halal, perwakilan Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat UIN RIL, serta sejumlah dosen Fakultas Sains dan Teknologi.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
