UIN Raden Intan Lampung Jadi PTKIN Peringkat 1 Versi THE Impact Rankings 2025
Fi fita
Bandar lampung
Sementara itu, salah satu anggota Tim Taskforce, Suci Wulan Pawhestri, M.Si., menjelaskan, THE Impact Rankings menilai universitas berdasarkan kontribusinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang dicanangkan PBB.
“Ada 17 goals SDGs. Untuk dinilai di THE Impact Rankings, minimal kita harus submit 4 goals. UIN RIL mengajukan lima, yaitu SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 5 (Kesetaraan Gender), SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDGs 10 (Mengurangi Ketimpangan), dan SDGs 17 (Kemitraan). Goal yang wajib disubmit itu SDGs 17,” jelas Suci yang juga Ketua TPKBBL UIN RIL.
Ia menambahkan, proses pengumpulan data kali pertama UIN RIL lakukan pada bulan November 2024, dan hasilnya diumumkan pada Juni 2025. Adapun Tim Taskforce beranggotakan unsur TPKBBL, Rumah Jurnal, Pusat Studi Gender dan Anak, serta akademisi psikologi dari kampus.
THE Impact Rankings 2025 menilai 2.526 universitas dari 130 negara dan wilayah berdasarkan kontribusi mereka terhadap SDGs. Western Sydney University, Australia, kembali menempati posisi puncak global untuk tahun keempat berturut-turut. Universitas Airlangga menjadi yang tertinggi dari Indonesia dengan posisi ke-9 dunia, sekaligus yang tertinggi dari negara berkembang.
Menariknya, tahun ini semakin banyak universitas dari Asia yang mendominasi, dengan lebih dari separuh posisi diisi oleh kampus Asia dan 10 dari 17 SDGs dipimpin oleh universitas kawasan tersebut. Delapan negara baru juga turut serta dalam pemeringkatan, di antaranya Botswana, Estonia, hingga Papua Nugini.
Pemeringkatan ini tidak hanya menyoroti pencapaian akademik, tetapi juga komitmen universitas dalam menjawab tantangan global, termasuk keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan global. (*)
UIN Raden Intan Lampung
PTKIN
THE Impact Rankings 2025
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
