Temui Direktur PTKI, Rektor UIN RIL Dampingi Vice Rector TSU Rusia Bahas Kerja Sama Akademik
Fi fita
Jakarta
Sementara untuk program non-degree, dosen, tenaga kependidikan, dan laboran berkesempatan mengikuti short course keahlian tertentu.
Bidang prioritas dalam kerja sama ini adalah penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), mengingat TSU memiliki reputasi global di bidang tersebut dan memiliki sejumlah ilmuwan penerima Nobel.
Penguatan STEM juga menjadi fokus pengembangan di Fakultas Sains dan Teknologi PTKI.
Prof. Artem Yu. Rykun menambahkan, TSU akan berkoordinasi dengan Russian House Jakarta untuk mendukung pelaksanaan program ini, terutama terkait dengan skema beasiswa dari Pemerintah Rusia.
Selain ke Kementerian Agama, Prof. Artem Yu. Rykun dalam kunjungannya ke Indonesia juga memiliki sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah menjadi narasumber pada
Konferensi Internasional Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Raden Intan Lampung yaitu The First International Conference on Halal Science, Technology, and Innovation (1st IC-HaSTI).
Ia bersama tim dari Tomsk State University (TSU) juga melakukan serangkaian kegiatan tindak lanjut kerja sama riset antara UIN RIL dan TSU, khususnya di bidang halal science dan biocide.
Kegiatan tersebut meliputi inspeksi lokasi uji laut untuk penelitian antifouling plates, pengambilan sampel air laut, serta analisis PCR (ekstraksi DNA).
Tim juga berkoordinasi dengan rumah sakit untuk uji perban dan konsentrat berbasis nanopartikel berkhasiat biocidal, serta menggelar joint workshop tentang metode pengujian produk halal seperti kromatografi, spektroskopi, sequencing, dan DNA barcoding.
Selain itu, dilakukan pula inspeksi lokasi penelitian lukisan dinding dan penyusunan rekomendasi teknis hasil uji cat.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
