SEMA FTK UIN RIL Gelar Sekolah Legislatif, Rektor Pesankan Mahasiswa Responsif Terhadap Kondisi Global
Fi fita
Bandar lampung
Ia mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif, salah satunya melalui pengembangan konsep waste to energy.
Menurutnya, pengelolaan limbah yang baik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber energi alternatif jika dikelola secara tepat.
“Bagaimana sampah di dalam kehidupan kita bisa diolah sedemikian rupa menjadi pasokan energi bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.
Selain energi, Rektor juga menyinggung persoalan ketahanan air yang tak kalah penting.
Ia menyebutkan, UIN RIL telah memiliki 11 embung dan sekitar 8.000 lubang biopori sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air di lingkungan kampus.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi global dan peringatan dari BMKG harus menjadi perhatian bersama.
Di sinilah peran legislator, termasuk mahasiswa, menjadi penting dalam memastikan kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan Sekolah Legislatif ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang.
Di antaranya, Dr. H. Mukhlis Basri sebagai Anggota Komisi V DPR RI yang membawakan materi tentang peran strategis legislasi dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Kemudian, Drs. H. Ahmad Bastian, S.Y., Anggota DPD RI sekaligus Ketua IKA UIN RIL, menyampaikan materi mengenai pembangunan kapasitas generasi muda dalam memahami peran strategis DPD RI di daerah pemilihan Lampung.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
