Mahasiswa Universitas Teknokrat Sabet Juara 1 dan Best Presentation di Pesta Ilmiah Sriwijaya
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi dan S1 Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) meraih juara 1 sekaligus predikat Best Presentation dalam ajang Lomba Infografis Pesta Ilmiah Sriwijaya yang digelar oleh Universitas Sriwijaya (Unsri).
Kompetisi ini berlangsung pada Selasa, 14 Oktober 2024, di kampus Unsri, Palembang. Dengan mengangkat subtema “Teknologi dan Pendidikan”, tim UTI tampil percaya diri membawa karya infografis bertajuk “Metaschool”, sebuah konsep sekolah masa depan yang menggabungkan teknologi digital dan dunia pendidikan.
Tim pemenang tersebut beranggotakan Claudia Bellenica (22412015) dari Prodi S1 Akuntansi, serta Doli Indra Harahap (22311061) dan Ade Firmansyah (22311060) dari Prodi S1 Sistem Informasi. Mereka dibimbing oleh Dr. Tri Darma Rosmala Sari, S.Ak., M.Ak., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTI yang dikenal aktif mendampingi mahasiswa berprestasi.
Dari sekian banyak peserta yang datang dari berbagai universitas di Indonesia, tim Teknokrat berhasil memukau dewan juri dengan ide yang segar dan penyampaian yang menarik. Hasilnya, Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menyabet Juara 1 Nasional, disusul Universitas Lampung di posisi kedua, dan Universitas Sriwijaya sebagai Juara 3. Tak hanya itu, tim UTI juga menyabet gelar Best Presentation karena penampilan mereka yang komunikatif dan meyakinkan.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknokrat tak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga kreatif dan adaptif dengan perkembangan teknologi,” ujar Dr. Tri Darma Rosmala Sari, dosen pembimbing mereka. Ia menambahkan bahwa proses persiapan lomba dilakukan secara intens selama beberapa minggu, mulai dari riset ide, perancangan desain infografis, hingga latihan presentasi.
Karya infografis berjudul “Metaschool” menjadi daya tarik utama karena mengangkat konsep pendidikan berbasis metaverse — dunia virtual yang memungkinkan proses belajar-mengajar berlangsung secara interaktif tanpa batas ruang dan waktu. Melalui “Metaschool”, tim UTI ingin memperkenalkan gagasan sekolah digital yang dapat diakses oleh semua kalangan, terutama mereka yang berada di daerah terpencil.
Menurut Claudia Bellenica, ketua tim, ide ini lahir dari keprihatinan terhadap kesenjangan akses pendidikan di Indonesia.
“Kami ingin menciptakan ruang belajar yang inklusif, di mana siapa pun bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Melalui teknologi, pendidikan seharusnya bisa menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Doli Indra Harahap mengaku pengalaman mengikuti kompetisi ini sangat berharga.
“Kami belajar banyak, bukan hanya soal desain dan teknologi, tapi juga bagaimana menyampaikan ide secara efektif di depan juri. Tantangannya seru, apalagi peserta dari universitas lain juga hebat-hebat,” katanya sambil tersenyum.
Mahasiswa Universitas Teknokrat Sabet Juara 1 dan Best Presentation di Pesta Ilmiah Sriwijaya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
