Mahasiswa Teknik Sipil Teknokrat Magang di Proyek RS Urip Sumoharjo, Perkuat Sinergi Kampus dan Dunia Konstruksi
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Keterlibatan mahasiswa dalam praktik lapangan menjadi aspek penting dalam pendidikan tinggi, khususnya pada bidang teknik yang menuntut keseimbangan antara teori dan praktik.
Perguruan tinggi tidak hanya memberikan pemahaman konseptual di ruang kelas, tetapi juga harus menghadirkan pengalaman nyata di lapangan agar mahasiswa memahami dinamika dunia kerja profesional.
Semangat inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan program magang berdampak mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia di proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo yang berlokasi di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
Sejumlah dosen dari Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia secara langsung mengantarkan mahasiswa yang akan mengikuti program magang ke lokasi proyek.
Kehadiran dosen di lokasi tidak sekadar seremoni pelepasan, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab akademik untuk memastikan mahasiswa mendapatkan tempat belajar yang aman, tepat, dan memberikan pengalaman profesional yang bermanfaat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara dunia akademik dengan industri konstruksi.
Program magang berdampak ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan.
Selama periode tersebut, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek konstruksi.
Mereka tidak hanya mengamati pekerjaan di lapangan, tetapi juga mempelajari sistem manajemen proyek, metode pelaksanaan pekerjaan, hingga proses pengendalian mutu dan keselamatan kerja yang diterapkan pada proyek berskala besar.
Mahasiswa Teknokrat
teknik sipil
magang mahasiswa
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
