Unila Antisipasi Krisis Pangan Dunia Lewat Program Matching Fund
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Sementara itu, Dekan FP Unila Prof Irwan Sukri Banuwa mengatakan bahwa pihaknya ditugaskan menjadi koordinator wilayah 2 Sumatera bagian selatan dalam program matching fund patriot pangan kampus merdeka.
Dalam paparannya, Irwan menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan dalam waktu yang sangat singkat. Mulai 5om Oktober sampai 15 Desember 2022.
Namun, Unila saat ini sudah mencapai target 97,5 persen. Sisanya, 2,5 persen dalam konteks laporan.
"Dalam kegiatan ini, Unila mencari masalah-masalah yang krusial di Lampung bahkan internasional. Setelahnya, yang kita laksanakan penghapusan pupuk bersubsidi pada tanaman singkong, dan kita cari solusinya seperti apa," ucapnya.
Pertama, ujar Irwan, adalah efisiensi penggunaan pupuk buatan dan menambah pupuk organik baik padat maupun cair.
"Ini akan menjadi salah satu solusi terkait dengan aspek budidaya tanaman singkong," katanya.
"Kemudian yang menjadi wabah nasional juga adanya penyakit mulut dan kuku, maka kita cari solusinya itu dengan pakan berkualitas dan kesehatan tentang hewan ternak," sambungnya.
Menurut Irwan, program matching fund patriot pangan memiliki alat untuk memanfaatkan batang singkong dengan bahan baku sangat berlimpah di Lampung.
"Ini belum pernah dicoba pihak manapun. Dan kita sudah mempunyai hak patennya. Alat rabakong bisa menghasilkan serbuk batang singkong yang dapat meningkatkan bobot harian sapi yang sudah dilaksanakan di 4 kabupaten dengan kisaran antara 0,6-1,08 kg/ekor perhari," paparnya.
Terkait kelebihan suplai telur ayam ras, Irwan menyatakan selama ini petani kesulitan mensuplai pada waktu produksi tinggi. Sementara daya beli tetap.
Unila Antisipasi Krisis Pangan Dunia Lewat Program Matching Fund
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
