Unila Antisipasi Krisis Pangan Dunia Lewat Program Matching Fund
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Diseminasi sekaligus program Matching Fund Patriot Pangan Kampus Merdeka Tahun 2022 yang digagas Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila), Selasa (6/12/2022), menuai apresiasi.
Prof Ernan Rustiadi mewakili Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam konferensi video, mengatakan bahwa kegiatan launching program matching fund sudah dilaksanakan di 10 universitas.
Di antaranya Universitas Bogor, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pattimura, Universitas Mataram, Universitas Tanjung Pura, Universitas Munawarman, Universitas Gorontalo, dan Unila.
Menurut Ernan, kegiatan ini untuk mengantisipasi isu krisis pangan. Sekaligus meningkatkan produksi dan peningkatan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan untuk mendukung katahanan pangan nasional.
Dikatakan Ernan, ancaman krisis pangan di Indonesia masih dalam suatu perdebatan. Apakah Indonesia akan terjebak dengan krisis pangan.
Karena menurutnya, negara yang mengalami krisis pangan bukan hanya negara-negara berkembang.
"Tapi bahkan krisis pangan juga akan dirasakan oleh negara-negara Eropa. Dan Indonesia sejauh ini masih aman. Tetapi yang kita pikirkan adalah potensinya," katanya.
Ernan mengungkapkan bahwa masalah pangan di Indonesia masih terdapat pada komoditas padi.
"Sehingga perhatian kita masih di situ. Masalah dunia adalah kekurangan gandum. Terlalu terkonsentrasi kepada beberapa negara. Jadi WHO sekarang telah menyebarkan sentra-sentra gandum ke seluruh dunia," ujarnya.
"Jika di Indonesia kita punya beberapa sumber pangan karbohidrat, bukan hanya berfokus dengan gandum. Kita punya umbi-umbian. Padi juga masih aman, ada sagu, Sedangkan cadangan beras kita semakin menipis. Karena masih ada perbedaan perdebatan," tambah Ernan.
Unila Antisipasi Krisis Pangan Dunia Lewat Program Matching Fund
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
