Soal Larangan Kehadiran Rocky Gerung, Begini Penjelasan Dekan FEB Unila
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pihak Dekanat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), memberikan jawaban soal larangan kehadiran Rocky Gerung dalam Diskusi Publik dengan tema Menatap Indonesia Maju Tentang Masa Depan Global dan Middle Income-Trap yang ingin diadakan oleh pihak BEM FEB Unila.
Menanggapi kabar tersebut, Dekan FEB Unila Prof. Nairobi menjelaskan, sekitar satu bulan lalu wakil dekan (WD) 3 Muslimin, memberi tahu dirinya kalau pihak BEM ingin mengundang Rocky Gerung.
"Pak Muslimim bilang, BEM mau mengadakan diskusi publik mengundang Rocky Gerung. Saya bilang sebaiknya jangan di kampus kita, karena kondisi kita belum kondusif. Beliau itu tokoh yang sedang bermasalah dengan Presiden Jokowi," katanya saat ditemui di ruang dekan FEB Unila, Kamis (14/9/2023).
Ia kawatir, orang-orang yang kontra dengan beliau, mencari jalan untuk membatalkan acara, bisa dengan cara fisik atau non fisik. Sehingga ia melarang dan tidak dilakukan acara tersebut di dalam kampus.
Prof Nairobi menambahkan, kalau satu minggu kemudian, Muslimin datang lagi dan menyampaikan kalau mahasiswa mau mengadakan diskusi publik tersebut.
"Saya bilang, saya tetap konsisten melarang jangan di kampus. Kampus kita ini sedang berbenah karena badai besar. Nanti kalau ada apa-apa, kita disalahkan. Pak Rocky Gerung pernah ke sini 2019, dan tidak ada masalah. Kita mengurangi resiko," imbuhnya.
Ia juga menuturkan, kalau BEM FEB selama melakukan komunikasib dengan dirinya, tidak pernah membahas bahwa akan mendatangkan Rocky Gerung.
"Bilangnya pemateri nasional. Ternyata dia juga berkomunikasi dengan WD 2 untuk meminjam ruangan, dan diberikan syarat. Setelah WD 2 tahu ada Rocky Gerung, dia meminta tambahan surat izin kepolisian," tuturnya.
Prof. Nairobi juga menyampaikan kalau pihaknya telah berdiskusi dengan rektor dan telah ada keputusan. Sebaiknya tidak dilakukan pada lingkungan kampus.
"Saya panggil dia, kami dibilang membatalkan, kami memang belum memberikan izin. Ada miskomunikasi memberikan ruang itu, belum diberikan karena belum ada izin kepolisian," pungkasnya.
Prof. Nairobi
Dekan
FEB Unila
Diskusi Publik
Rocky Gerung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
